Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob

Jumat sore itu, langit Binjai tak terlalu cerah. Mendung tipis menggantung, seakan ikut larut dalam duka. Di halaman Mapolres Binjai, ratusan driver

Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob. (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)
Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob. (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)
A A

nusantaraterkini.co, BINJAI – Jumat sore itu, langit Binjai tak terlalu cerah. Mendung tipis menggantung, seakan ikut larut dalam duka. Di halaman Mapolres Binjai, ratusan () berdiri berbaris rapi. Kepala mereka tertunduk, sementara sejumlah tangan ojol menggenggam bunga yang kelak ditebarkan di jalan pintu masuk Polres Binjai. Tidak ada teriakan, tidak ada spanduk tuntutan. Hanya doa, haru, dan rasa kehilangan yang menyatukan mereka.

Mereka berkumpul untuk satu nama: Kurniawan, rekan sesama driver ojol yang meninggal tragis setelah mobil () Brimob dalam sebuah insiden di Jakarta beberapa hari lalu.

Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob. (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)

Kehilangan yang Membekas

Bagi sebagian orang, hanyalah pengemudi biasa. Namun, di mata komunitasnya, ia adalah sosok ramah, mudah bergaul, dan selalu mau membantu. 

“Aksi ini spontanitas, untuk mengenang dan mendoakan sahabat kami sesama ," kata Andri alias Gondrong, koordinator lapangan aksi tabur bunga dan doa, Jumat (29/8/2025).

Solidaritas Tanpa Batas

Dari rasa kehilangan itulah, aksi tabur bunga digelar. Sejak pukul 15.00 WIB, motor-motor ojol dari berbagai komunitas melintasi jalanan Kota Binjai menuju Mapolres Binjai. Warna jaket mereka membentuk lautan solidaritas. Ada yang datang dari Binjai Barat, ada juga dari Binjai Timur, bahkan beberapa komunitas juga ikut serta.

Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob. (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)

Mereka memulai acara dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan yang biasanya lantang bergema, kali ini terdengar lirih namun khidmat. Sesudahnya, doa bersama dipanjatkan untuk Affan. Beberapa driver tak mampu menahan air mata saat bunga-bunga ditebarkan, simbol cinta terakhir untuk sahabat yang pergi.

“Tidak ada agenda politik, tidak ada tuntutan. Semua murni dari hati,” tegas Andri. 

Menurutnya, sekitar 300 driver ojol hadir sore itu, jumlah yang cukup besar untuk ukuran Binjai. “Solidaritas ini bukti bahwa kami keluarga, meski bukan sedarah," tegasnya.

Doa, Bunga, dan Solidaritas: Mengenang Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob. (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)

Kehadiran Kapolres dan Pesan Kebersamaan

Kapolres Binjai, AKBP Bambang C. Utomo, turut hadir di tengah aksi damai tersebut. Ia memilih tidak hanya menjadi penonton. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri para driver ojol, menyalami satu per satu. Tak lama kemudian, ia membagikan ratusan paket beras SPHP 5 kilogram.

“Ini kebetulan hari Jumat, kami ingin berbagi sedikit. Jangan dilihat nilainya, tapi lihat niatnya,” ucap Bambang.

Ia juga menitipkan pesan penting: agar solidaritas tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan. 

“Saya tahu kalian berduka, tapi jangan sampai kesedihan ini dibalas dengan kemarahan. Affan tentu ingin kalian tetap menjaga ketertiban, tetap bekerja dengan aman, dan menjaga nama baik ojol," ucapnya.

Pesan itu disambut anggukan oleh para driver ojol. Mereka paham, aksi ini bukan tentang kemarahan, melainkan tentang kenangan.

Affan, Nama yang Akan Selalu Disebut

Bagi komunitas ojol, nama Affan Kurniawan akan terus hidup. “Dia mungkin sudah tiada, tapi semangatnya ada di sini."

Sore itu, konvoi motor mengelilingi Kota Binjai. Klakson dibunyikan pelan, bukan sebagai tanda protes, tapi sebagai salam perpisahan. Di setiap tikungan, seolah ada doa yang dipanjatkan.

Dan ketika langit mulai menggelap, para driver ojol perlahan membubarkan diri. Namun, suasana haru tak ikut sirna. Bunga-bunga yang tercecer di halaman Mapolres menjadi saksi: bahwa persaudaraan sejati tak selalu lahir dari darah, melainkan bisa tumbuh dari jalanan, dari peluh, dan dari duka bersama.

Affan Kurniawan mungkin pergi terlalu cepat, tetapi kepergiannya telah melahirkan sesuatu yang lebih besar—solidaritas tanpa batas.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait