Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi PDIP, Famoni Gulo dan Camat Tukka, Muharman Aritonang mengantarkan bantuan di kamp pengungsi warga Desa Aek Bontar, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/12/2025).
Mereka terbagi dalam tiga titik pengungsian dengan total 65 kepala keluarga.
Desa Aek Bontar kini tinggal kenangan setelah dihantam banjir dan tanah longsor dua pekan lalu, rumah warga sudah tak tampak sebab rata dengan tanah.
Terdapat 11 orang menjadi korban timbunan tanah, termasuk anak-anak sebanyak 4 orang, namun baru 3 orang yang ditemukan dan telah dimakamkan.
Baca Juga : Desa Aek Bontar Kini Tinggal Kenangan Usai Tertimbun Longsor, 65 KK Mengungsi dan 11 Korban Jiwa
Hal ini membuat miris anggota DPRD Tapteng, Famoni Gulo, ditengah kondisi yang sulit ia datang memberikan sedikit bantuan.
"Saya tidak bisa beri bantuan secara perorangan sebab banyak masyarakat Tapteng yang terkena bencana hingga harus kita bagi sama rata," ucapnya.
Ia meminta data warga dan kebutuhan apa aja yang diperlukan demi membantu meringankan beban warga Desa Aek Bottar.
"Apa aja yang diperlukan, biar saya coba usahakan agar dapat dibagi demi membantu pasca bencana," jelasnya.
Famoni yang juga seorang pendeta tersebut mengajak agar semua warga Desa Aek Bottar sama-sama berdoa, agar bencana ini segera berakhir.
Camat Tukka, Muharman Aritonang yang juga ikut dalam kunjungan tersebut mengungkapkan agar bantuan, seperti Tenda, selimut, baju, Indomie dan makan bayi dapat dimanfaatkan warga serta di bagi sama rata.
Baca Juga : Desa Bair Menghilang: Warga Ceritakan Detik-Detik Longsor Memusnahkan Satu Desa di Tapanuli Tengah
"Pemkab Tapteng akan usahakan semaksimal mungkin membantu warga Desa Aek Bottar, serta mengusahakan bagaimana cara mengevakuasi korban yang masih tertimbun longsoran tanah," ujarnya.
Kades Aek Bottar, Suardi Meha juga menjelaskan bahwa semua warga di Desanya sudah mengungsi dan tinggal di lokasi pengungsian.
"Desa sudah rata dengan timbunan tanah, rumah penduduk tak tampak lagi," keluhnya.
Suardi Meha, berharap Pemkab Tapteng memberikan perhatian lebih pada warganya, sebab sudah tidak mungkin lagi kembali ke Desa Aek Bottar yang sudah porak poranda diterjang banjir dan tanah longsor.
(Jjm/ Nusantaraterkini.co)
