Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dari 11.000, MenPANRB Kurangi 6.000 ASN Pindah IKN, Mengapa?

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas. (Foto: Klikpendidikan/Menpan.go.id)

Nusantaraterkini.co - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tahun ini dikurangi menjadi 6.000 orang. 

Ia mengungkapkan alasan tersebut agar menyesuaikan kesiapan tempat di sana.

"Totalnya tadinya yang pindah 11.916 (orang), tetapi karena bangunan di sana yang siap 6.000 maka nanti 6.000 dulu yang akan pindah," kata Anas saat mengisi sesi secara virtual di Rapat Kerja Kemendag 2024 yang diselenggarakan di Padma Hotel Semarang, Jawa Tengah, Selasa, (20/2/2024), dilansir dari Detikcom.

Baca Juga : Maling Satroni Rumah ASN di Tanjung Raja, Gasak Emas 23 Suku dan Uang Tunai Rp20 Juta

Selain itu, waktu perpindahan ASN ke IKN juga mundur dari Juli 2024 menjadi Agustus 2024, karena menunggu selesainya lokasi digunakan untuk upacara HUT RI di IKN.

"Tadinya akan pindah di Juli, tapi kemarin atas arahan dari Mensetneg karena tempat itu sebagian masih akan dipakai untuk upacara, maka nanti akan pindah setelah Agustus. Jadi pindah setelah upacara, sebelum Oktober (2024)," ujarnya.

Berdasarkan jadwal terbaru, pemindahan ASN ke IKN dibagi menjadi tiga prioritas. Prioritas 1 yang akan pindah 179 eselon I di 38 K/L, prioritas 2 ada 91 eselon I di 29 K/L, dan prioritas 3 ada 378 eselon I di 59 K/L.

Baca Juga : Pakai Kartu Kredit Pemko Medan Rp 1,2 Miliar untuk Judi Online, Camat Medan Maimun Resmi Dicopot ​

"Total yang akan pindah eselon I sudah disiapkan tempat suami istri di tempat itu. Sambil menunggu tower yang jadi, sebagian nanti teman-teman bisa share sharing sambil nanti kita punya tiga tahap jangka pendek, menengah dan jangka panjang," imbuhnya.

Anas juga mengungkapkan kantor K/L di IKN ke depannya akan berbasis share sharing. Dengan begitu meja bekerja saling berbagi antar orang.

"Kantornya tidak seperti kantor kita sekarang di mana 1 orang 1 meja, ke depan konsepnya shared sharing jadi sistem pemerintah berbasis elektronik sudah jalan, sistem kerjanya juga basisnya ke depan akan sangat efektif shared office, shared system dan seterusnya," pungkasnya.

Baca Juga : Wali Kota Parepare Studi Tiru ke Balikpapan, Fokus UMKM, PAD dan Strategi Penyangga IKN

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Detikcom