CZ Dihukum Larangan Kelola Binance Seumur Hidup
Meskipun tak lagi menjabat sebagai CEO, Teng menyebut bahwa CZ masih memegang mayoritas saham di Binance
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao alias CZ dilaporkan tidak lagi diizinkan untuk mengelola atau mengoperasikan platform exchange kripto terbesar di dunia tersebut secara permanen atau seumur hidup.
Dilansir dari Coinvestasi, Minggu (8/9/2024), Axios dalam laporannya pada 5 September, CEO Binance saat ini, Richard Teng mengkonfirmasi hal itu dengan menyatakan CZ menerima larangan seumur hidup untuk terlibat dalam manajemen atau operasi Binance.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa CZ hanya dilarang kembali ke Binance selama tiga tahun.
Meskipun tak lagi menjabat sebagai CEO, Teng menyebut bahwa CZ masih memegang mayoritas saham di Binance, yang memberinya pengaruh dalam menentukan arah kebijakan perusahaan.
Sebeumnya, CZ telah menyatakan bahwa ia tidak berencana untuk memegang posisi eksekutif di perusahaan mana pun di masa depan. Sebaliknya, ia berniat fokus pada investasi di bidang-bidang yang sedang berkembang, seperti teknologi blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan bioteknologi.
Diketahui, masalah hukum CZ di Binance bermula ketika regulator AS menuntutnya atas beberapa pelanggaran terkait operasi exchange tersebut, termasuk dugaan penawaran sekuritas yang tidak terdaftar, manipulasi pasar, serta kekurangan dalam protokol anti-pencucian uang (AML) yang diterapkan oleh platform.
Untuk menyelesaikan kasus ini, CZ setuju untuk membayar denda sebesar US$50 juta kepada regulator dan sepakat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Binance.
Setelah kepergian CZ, Binance kini memiliki dewan direksi yang terdiri dari tujuh anggota, berbeda dengan saat dia masih menjabat sebagai satu-satunya direktur.
Adapun sebagai bagian dari kesepakatan dengan regulator, dua agen eksternal yang ditunjuk oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) akan memantau kepatuhan CZ terhadap larangan tersebut.
CZ saat ini sedang menjalani sisa masa hukumannya di California. Meskipun DOJ awalnya menuntut hukuman tiga tahun, hakim federal akhirnya memutuskan hukuman yang lebih singkat, yakni empat bulan penjara.
Data dari Biro Penjara Amerika Serikat (BOP) mengkonfirmasi bahwa CZ dijadwalkan akan dibebaskan pada 29 September mendatang.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALPolri Tegaskan Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo Bagian Penyidikan Kasus Perusakan
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
OLAHRAGADi Tengah Kesibukan Kuliah, Tiara Hayyu Kembali Raih MVP Junior Putri di Kejurnas MIS Open 2026
hendra·40 menit yang lalu -
NASIONALPolri Sampaikan Empati Terkait Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Pastikan Evaluasi Internal
Rozie Winata·59 menit yang lalu -
-
-
OLAHRAGAMU Kian Dekat Zona Merah, Michael Carrick Ogah Bahas Degradasi
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKAktivis 98 Sebut Putusan Suket Ijazah SMA Gibran Berdampak kepada Prabowo Subianto
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGerebek Barak Narkoba di Selambo, Polrestabes Medan Tangkap 2 Pengedar Sabu
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PENDIDIKANPendidikan Vokasi di Anhui Buka Jalan Karier Pemuda Indonesia di Perusahaan Tiongkok
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
OLAHRAGAEmil Audero Catat Clean Sheet Perdana di LaLiga, Rayo Hajar Celta 3-0
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan