Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cuaca Buruk Tunda Pengiriman Logistik Udara ke Tapteng-Sibolga, 57 Titik Longsor Putus Akses

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris BPBD Sumatera Utara (Sumut), Herianto, saat diwawancarai di Medan, pada Kamis (27/11/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi untuk bencana banjir dan longsor menuju Kabupaten Tapanuli Tengah, dan kota Sibolga tertunda akibat cuaca buruk, pada Kamis (27/11/2025).

Sekretaris BPBD Sumatera Utara (Sumut), Herianto mengatakan, paket bantuan tersebut sejak pagi sudah siap diterbangkan dari pangakalan udara Lanud Soewondo milik Tentara, di Medan Polonia.

"Rombongan seharusnya bertolak pada pukul 11.00 WIB. Namun, kondisi cuaca tidak memungkinkan," kata Herianto di Posko Terpadu Bencana Darurat, Lanud Soewondo.

Dua truk TNI AU yang mengangkut sumbangan logistik dari berbagai instansi pemerintah, BUMD, dan para pemangku kepentingan telah, kata Herianto, sudah tiba di posko sejak pagi. Namun, pengiriman tetap tertahan.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Putus Akses, Stok BBM Tapanuli Raya Habis Total

“Sudah datang dua truk logistik dari stakeholder, OPD dan BUMD. Tetapi juga terhambat kita berangkatkan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, pengangkutan udara seperti pesawat Hercules sudah dalam kondisi siap pakai, namun belum dapat dioperasikan karena kondisi cuaca dinilai tidak aman untuk penerbangan.

BPBD Sumut juga melaporkan telah mendirikan empat posko utama untuk penanggulangan di Kota Medan dan wilayah sekitarnya. Salah satu posko, yang berada di kantor BPBD Sumut, kini menampung lebih dari 400 pengungsi dari kawasan Payageli, Kampung Lalang, dan beberapa daerah terdampak lainnya.

Jalur Darat Terputus, 57 Titik Longsor Terjadi di Lintas Taput-Tapteng.

Sebelumnya telah diberitakan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kini berada dalam kondisi terisolasi, memasuki hari keempat sejak diterjang bencana banjir dan longsor berturut-turut.

Rangkaian bencana yang melanda sejak Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) telah memutus hampir semua akses darat utama, melumpuhkan jaringan listrik, dan mematikan komunikasi di sebagian besar wilayah.

Baca Juga : Akses Pantai Barat Madina Lumpuh, Banjir dan Longsor Putus Jalur Utama

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu mengonfirmasi bahwa isolasi terjadi akibat sedikitnya 57 titik longsor besar yang menimbun ruas jalan utama Tarutung–Sibolga. Material tanah dan batu yang menutup badan jalan secara total menyebabkan mobilitas kendaraan dan distribusi logistik terhenti sepenuhnya.

"Warga dan relawan hanya dapat melintas dengan berjalan kaki menembus jalur licin dan terjal," kata Masinton, Kamis (27/11/2025) siang.

Disebutkannya, dari arah selatan, kondisi tak lebih baik. Sejumlah jembatan penghubung Tapanuli Selatan-Tapteng juga terputus dan membuat rute alternatif yang biasa menjadi tumpuan distribusi logistik tak dapat diakses.

Selain terputus secara fisik, Tapteng juga terputus secara digital. Jaringan listrik padam dan layanan internet serta telepon lumpuh di sebagian besar kecamatan. Situasi ini membuat koordinasi penanganan darurat tersendat dan informasi mengenai kondisi warga di desa-desa terdampak sulit dipastikan.

Di berbagai titik pengungsian, sejumlah warga bertahan dalam kondisi memprihatinkan. "Mereka membutuhkan makanan siap saji, pakaian layak, serta tenda tambahan," katanya.

Baca Juga : Bencana Alam Sumatera Utara Membuat Puluhan Ribu Orang Mengungsi, Faktor Alam atau Perusakan Hutan?

Perlu diketahui, jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut hingga Kamis (27/12/2025) sebanyak 32 Orang. Menurut data dari Polda Sumut ini puluhan lainnya juga mengalami luka dan ribuan mengungsi.

Berdasarkan data tersebut, satu orang tewas di Nias Selatan, dua di Pakpak Bharat, empat di Tapanuli Tengah, serta 12 orang meninggal dan satu hilang di Tapanuli Selatan. Di Kota Sibolga, lima orang ditemukan meninggal dan empat lainnya masih hilang. Selain itu, 37 warga mengalami luka ringan dan 6 luka berat.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)