nusantaraterkini.co, KOLOMBIA - Seorang calon presiden Kolombia, Miguel Uribe Turbay, mengalami luka serius usai ditembak saat kampanye di ibu kota Bogota, Sabtu (7/6/2025).
Senator Partai Pusat Demokratik berusia 39 tahun itu ditembak tiga kali. Dua peluru mengenai kepala, satu kali ke bagian lututnya.
Dia ditembak saat berpidato di sebuah taman publik di kawasan Fontibon.
Baca Juga : Gerindra Usung Prabowo 2029, Rocky Gerung: Gibran Harus Cari Partai Lain
“Warga bersenjata menembaknya dari belakang,” bunyi pernyataan resmi partai, mengutip Reuters.
Polisi langsung menangkap seorang pria bersenjata di lokasi kejadian.
Uribe dilarikan ke rumah sakit, saat ini kondisinya masih kritis.
Baca Juga : 1 Tewas dan 2 Luka Akibat Penembakan di Kampanye Capres AS Donald Trump
Pemerintah Kolombia mengutuk insiden ini sebagai serangan terhadap demokrasi.
“Ini bukan hanya kekerasan terhadap seorang individu, tapi juga terhadap sistem demokrasi kita,” kata Presiden Gustavo Petro melalui pernyataan resmi, lapor BBC.
Ia juga menyampaikan simpati kepada keluarga Uribe dalam unggahan di X.
Baca Juga : 2 WN Kolombia Ikut Flotilla Ditahan Israel, Petro Balas Usir Diplomat Tel Aviv
Rekaman video amatir yang beredar menunjukkan momen saat penembakan terjadi.
Suasana acara yang semula tenang berubah panik, warga berlarian menyelamatkan diri.
Uribe baru saja mendeklarasikan pencalonannya untuk pemilu presiden 2026 pada Oktober lalu.
Baca Juga : Petinggi Kolombia Ditangkap Polisi Usai Final Copa America 2024
Ia merupakan figur penting di kubu oposisi konservatif, dan dikenal vokal dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah saat ini.
Ia berasal dari keluarga yang dikenal luas di Kolombia. Ibunya, jurnalis Diana Turbay, tewas dalam operasi penyelamatan tahun 1991 setelah diculik oleh kartel narkoba Medellin yang dipimpin Pablo Escobar.
Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan menyatakan sedang menyelidiki apakah pelaku memiliki keterkaitan dengan kelompok lain.
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyebutkan dirinya telah mengunjungi rumah sakit tempat Uribe dirawat.
Pemerintah menyerukan penyelidikan menyeluruh dan menjamin proses demokrasi akan tetap berjalan tanpa intimidasi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
