Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BPS Catat Inflasi Bulanan Sumatera Selatan Mei 2026 Naik 0,61 Persen

BPS Sumsel mencatat inflasi bulanan Mei 2026 sebesar 0,61 persen. Kenaikan dipicu harga cabai, bawang merah, tomat, cabai rawit, dan ketimun yang meni

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung, Selasa (2/6/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung, Selasa (2/6/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi mencatat wilayah Sumsel mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan (month to month) pada , setelah pada bulan sebelumnya sempat mengalami sebesar 0,04 persen.

Lonjakan angka di Bumi Sriwijaya ini didorong kuat oleh fluktuasi harga pada sektor kelompok pengeluaran bahan pangan.

“Untuk komoditas utama penyumbang inflasi Mei 2026, yaitu , , , , dan ,“ ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung, Selasa (2/6/2026).

Wahyu memerinci dari total 11 kelompok pengeluaran yang disurvei, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat menempati posisi teratas sebagai penyumbang inflasi tertinggi dengan sumbangan andil sebesar 0,44 persen.

Kendati demikian, terdapat satu sektor pengeluaran yang justru bergerak ke arah sebaliknya dan menahan laju inflasi lebih dalam.

“Namun, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya itu menjadi penyumbang deflasi dengan andil sebesar 0,06 persen. Hal itu dipicu salah satunya karena adanya penurunan pada periode tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, pergerakan secara tahunan (year on year) di Sumatera Selatan juga merangkak naik ke angka 2,61 persen.

Jika dikomparasikan dengan kondisi pada periode April 2026, persentase tersebut berada di angka 1,63 persen.

Kenaikan indeks secara tahunan ini bersifat menyeluruh, di mana rata-rata dari sebelas kelompok pengeluaran masyarakat terpantau mengalami peningkatan harga.

Sektor pangan kembali mendominasi grafik kenaikan dengan menjadi penyumbang utama yang mencatatkan andil sebesar 0,99 persen.

Setelah sektor pangan, pergerakan inflasi tahunan ini juga dipengaruhi secara signifikan oleh kelompok pengeluaran perawatan diri masyarakat.

“Disusul, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,04 persen,“ kata dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru