Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Integrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru Jangan Saling Mematikan

DPR RI minta integrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru dikaji matang untuk perkuat logistik Sumsel tanpa saling mematikan

Bagikan:
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat kunjungan kerja di Palembang, Jumat (6/11/2026). (Foto: istimewa)
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat kunjungan kerja di Palembang, Jumat (6/11/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta pengembangan yang diintegrasikan dengan Pelabuhan tidak saling mematikan fungsi.

Integrasi tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem dan kawasan industri Sumatera Selatan, khususnya saat wilayah Tanjung Api-Api mulai dikembangkan secara menyeluruh.

Bambang menyampaikan, keberadaan dua berjarak dekat harus dikaji secara matang sejak awal agar tidak menimbulkan persaingan yang merugikan sistem distribusi daerah.

“Jangan sampai ada dua pelabuhan yang akhirnya saling mematikan,” ujarnya, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, Pelabuhan saat ini masih memiliki kapasitas dermaga, peralatan bongkar muat, serta load factorberkisar 30 persen yang layak dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, rencana pengembangan yang terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kereta api diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah.

“Bagusnya adalah terintegrasi dengan kawasan industri yang kita harapkan Pak Gubernur bisa melanjutkan target-target pengembangan daripada kawasan industri yang terintegrasi dengan kepelabuhanan dan terintegrasi dengan KA logistik yang sudah direncanakan dulu,” katanya.

Selain integrasi kawasan, ia juga mendesak agar masalah sedimentasi di lokasi calon Pelabuhan Tanjung Carat diperiksa lebih awal sebelum pembangunan fisik diselesaikan.

“Jangan sampai nanti sudah kita putuskan Tanjung Carat, ternyata enggak bisa dipakai untuk kegiatan bongkar muat. Jadi ini mumpung sekarang masih belum maksimal, kita lakukan evaluasi,” tegasnya.

Ia menuturkan, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah perlu dijaga agar arah pembangunan infrastruktur tetap konsisten.

“Jangan sampai perubahan daripada pemerintahan terus merubah satu kebijakan yang mungkin sudah menjadi target baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Kepatuhan Bisnis Pelindo Regional 2 Iwan Sanjaya menjelaskan jika rencana awal pengoperasian Tanjung Carat memang diproyeksikan berada di bawah pengelolaan Pelindo.

“Rencana informasinya, planning awalnya itu mau dikonsentrasikan di sana semua. Baik kontainer, baik itu konvensional ataupun non-kontainer (non-petikemas), itu dikonsentrasikan di sana,” jelasnya.

Namun, pihak Pelindo masih menunggu keputusan resmi dari kantor pusat lantaran tata kelola operasional perusahaan dijalankan secara tersentralisasi.

Ia menyebut jika pemanfaatan Pelabuhan Boom Baru tetap berjalan karena proyek Tanjung Carat memerlukan waktu pengerjaan yang tidak singkat, mulai dari pembebasan lahan hingga kajian lingkungan.

“Proses pembangunan Tanjung Carat ini juga butuh waktu yang cukup lama, tidak hanya sebentar langsung jadi,” imbuhnya.

Terkait kendala pendangkalan alur pelayaran di pelabuhan sungai, Pelindo terus melakukan koordinasi rutin mengenai pemeliharaan kolam dan batas kedalaman bagi pemilik barang.

“Sedimentasi ini memang menjadi polemik di setiap pelabuhan. Apalagi kalau kami ini masuk kategori pelabuhan sungai.Nah, pelabuhan sungai itu perlu adanya kegiatan dredging atau pengerukan pemeliharaan kolam secara rutin,” lanjutnya.

Pihaknya memastikan kapasitas kedalaman alur Sungai Musi saat ini masih berada dalam batas toleransi operasional kapal niaga.

“Kami juga menyampaikan ke teman-teman pemilik barang yang mempergunakan shipping line, dengan kondisi kedalaman sungai, kedalaman kolam pelabuhan yang terbatas, mereka bisa menyesuaikan,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru