Emas Perhiasan dan Cabai Picu Inflasi Sumut Hingga 4,20 Persen pada Juli 2026
Inflasi Sumut pada Juli 2026 mencapai 4,20 persen. Kenaikan harga emas perhiasan, cabai, dan pangan menjadi pemicu utama.
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Badan Pusat Statistik Provinsi (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat tingkat inflasi tahunan di wilayah Sumatera Utara menyentuh angka 4,20 persen pada Juli 2026, dengan Indeks Harga Konsumen yang berada di level 113,47. Berdasarkan rincian statistik BPS yang dirilis, Senin (3/8/2026), pergerakan harga secara bulanan juga menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,19 persen, sehingga akumulasi inflasi kalender hingga pertengahan tahun ini mencapai 1,09 persen.
"Kenaikan harga pasar di Sumatera Utara kali ini didorong oleh lonjakan di seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi sektor yang mencatatkan lonjakan harga tertinggi secara tahunan dengan angka mencapai 8,66 persen," ujar Kepala BPS Sumut Asim Saputra.
Meski begitu, lanjutnya, sektor makanan, minuman, dan tembakau tetap memegang peranan paling signifikan terhadap daya beli warga karena memberikan andil inflasi paling besar, yaitu mencapai 2,14 persen dari total inflasi daerah.
Tingginya angka inflasi secara tahunan tersebut, jelas Asim, sangat dipengaruhi oleh melambungnya harga sejumlah komoditas utama di pasar tradisional dan modern. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Sumatera Utara, disusul oleh komoditas pangan mendasar seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, serta minyak goreng.
"Selain bahan pangan dan perhiasan, penyesuaian harga bensin juga turut memberikan tekanan inflasi yang cukup berisiko pada sektor transportasi. Di sisi lain, laju inflasi daerah sempat tertahan oleh penurunan harga pada komoditas bawang merah, daging babi, kacang panjang, dan sawi putih," lanjutnya.
Dikatakannya, pergerakan harga secara bulanan pada Juli 2026 secara khusus dipicu oleh fluktuasi harga cabai rawit yang menyumbang andil tertinggi, disusul oleh kenaikan harga beras, tomat, bensin, daging ayam ras, serta sayuran kangkung. Penurunan harga bawang merah, emas perhiasan, dan ikan tongkol pada skala bulanan belum mampu menekan laju inflasi secara keseluruhan.
Kondisi ekonomi ini, katanya lagi, dirasakan merata di seluruh wilayah pemantauan harga di Sumatera Utara. Kota Gunungsitoli mencatatkan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Sumatera Utara yang menembus angka 6,36 persen, diikuti oleh Kabupaten Labuhanbatu dan Kota Sibolga yang masing-masing mencatatkan inflasi di atas lima persen. Kota Pematang Siantar, Padangsidimpuan, dan Medan berada di kisaran empat persen.
"Sementara itu, Kabupaten Karo menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan terendah di Sumatera Utara pada periode ini, yaitu sebesar 3,83 persen," pungkas Asim.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·11 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·12 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan