Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bocah SD di Denpasar Diduga Dianiaya Pacar Ayahnya Usai Diejek Pelakor, Polisi Turun Tangan

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, DENPASAR – Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun berinisial WS, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, diduga menjadi korban penganiayaan oleh perempuan dewasa berinisial NK di Kota Denpasar, Bali. Peristiwa itu terjadi di depan sebuah toko alat tulis di Jalan Gajah Mada, Sabtu pagi (3/1/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

NK diketahui merupakan pacar dari ayah korban. Dugaan penganiayaan itu dipicu lantaran pelaku tidak terima disebut “pelakor” oleh WS. Aksi kekerasan tersebut terekam warga dan videonya viral di media sosial, memicu kemarahan publik.

Sorotan warganet juga tertuju pada sikap ayah korban yang berada di lokasi kejadian, namun dinilai tidak melakukan upaya pencegahan saat anaknya diduga dianiaya.

Baca Juga : Polres Langsa Ringkus 3 Tersangka Narkoba, 10 Kg Ganja Disita

Salah satu kakak kandung korban berinisial KW mengungkapkan bahwa ayah dan ibu kandung WS telah lama bercerai.

“Orang tua kandungnya sudah berpisah,” ujar KW saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).

Menurut KW, kejadian bermula saat ayah korban mengantar WS untuk mengikuti pertandingan pencak silat di salah satu gedung olahraga di Denpasar. Dalam perjalanan, pelaku menghubungi ayah korban dan meminta bertemu dengan WS.

Baca Juga : Sepanjang Periode September-Desember 2023, Bareskrim Sita 1,8 Ton Sabu

Ketiganya kemudian bertemu di depan toko alat tulis tempat insiden tersebut terjadi.

“Di lokasi itu, adik saya ditegur agar tidak lagi menyebut pelaku sebagai pelakor, seperti yang terlihat dalam video yang beredar,” jelasnya.

KW enggan membeberkan secara rinci awal mula WS melontarkan sebutan tersebut. Namun, dalam rekaman video yang viral, korban tampak menerima perlakuan kasar dari pelaku.

Baca Juga : Kematian Mahasiswa, Polisi Sebut Berkordinasi dengan RS Bhayangkara Medan

Berdasarkan laporan yang dibuat ke polisi, WS mengaku rambutnya dijambak, pipinya dicakar, dan mulutnya diremas. Akibatnya, korban mengalami luka gores cukup serius di wajah.

“Adik saya mengalami luka di pipi kiri dan kanan,” ungkap KW.

Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Wayan Juwahyudi membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut secara resmi ke kepolisian.

Baca Juga : Dapat Ancaman, Wartawan TVRI Resmi Lapor ke Polres Madina 

Ia mengatakan, penyidik telah memintai keterangan awal dari korban dan ayah korban, serta tengah mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara menyeluruh kasus ini.

“Kasus masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga sedang mengajukan permohonan visum untuk korban,” ujar Juwahyudi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Mantan Pemain Timnas U-20 Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi UINSU, lni Kata Kacabjari Pancurbatu