Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berencana akan membangun 1.006 unit hunian tetap (huntap) untuk korban bencana banjir dan longsor di empat kabupaten/kota, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Rencananya, pembangunannya akan dimulai serentak pada hari Senin (22/12/2025) mendatang.
"Kami disini untuk memastikan pembangunan berjalan, ada empat wilayah yaitu Tapteng, Sibolga, Taput dan Tapsel akan dibangun serentak. Insya Allah kalau nggak hari minggu atau hari senin pembangunannya serentak ada 1.006 unit yang akan dibangun di sumut," kata Gubernur Sumut, Bobby Nasution, Jumat (19/12/2025) sore.
Baca Juga : Menteri ATR/BPN Diminta Bantu Pemda Siapkan Lahan Bangun 2.000 Rumah Korban Bencana Sumatera
Bobby mengatakan, untuk korban banjir di Kecamatan Batang toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pemerintah akan membangun sedikitnya 227 hunian tetap diatas lahan seluas lima hektare milik perkebunan PTPN IV tepatnya di Desa Hapesong, Kecamatan Batang toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Nantinya hunian tetap ini akan diprioritaskan kepada korban banjir yang rumahnya hilang terbawa arus banjir atau rumah yang mengalami rusak berat.
"Rencana besok kita akan melihat untuk lokasi hunian tetap yang kemungkinan akan kita bangun segera. Bupati Tapsel ada mengajukan 227 unit rumah di lahan seluas lima hektare, nanti akan segera kita cek dan akan segera kita mulai bangun agar masyarakat yang ada di pengungsian kita inginkan di awal tahun depan bisa selesai dan pindah dari pengungsian," katanya,
Mengenai surat menyurat, jelas Bobby, di desa Hapesong yang merupakan lahan PTPN tersebut, legalitasnya sudah diurus oleh Bupati.
Baca Juga : GAMKI Sumut Desak PKP dan PU Percepat Pembangunan Hunian Layak Korban Banjir Sumatera
"Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang terdampak minimal mengurangi jumlah pengungsi yang masih mengungsi," tuturnya.
Bobby menambahkan ditargetkan, pengungsi sudah bisa menempati hunian tetap ini pada awal tahun 2026 mendatang dan diharapkan bisa meringankan beban para mereka.
"Ini tadi dikhususkan ada rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat, ada juga yang rumahnya hilang ada juga yang bukan cuma rumah yang hilang tapi tanahnya juga di Garoga ini, contohnya ini yang kita prioritaskan mendapat huntap di tahap awal ini," pungkasnya.
(*/Nusantaraterkini.co)
