Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bobby Nasution Bangun Jalan Sipiongot, Akhiri 81 Tahun Keterisolasian Warga

Bobby Nasution membangun jalan Sipiongot setelah 81 tahun terisolasi. Infrastruktur senilai Rp283 miliar membuka akses ekonomi dan pendidikan warga.

Bagikan:
Gubernur Sumut Bobby Nasution. (Foto; Pemprov Sumut)
Gubernur Sumut Bobby Nasution. (Foto; Pemprov Sumut)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Harapan baru mulai dirasakan masyarakat , Kabupaten , setelah yang selama puluhan tahun dinantikan akhirnya terealisasi. tersebut dinilai menjadi titik awal berakhirnya keterisolasian wilayah yang selama 81 tahun mengalami keterbatasan akses.

Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat Sipiongot memberikan upah-upah kepada Gubernur , Bobby Afif Nasution, saat menghadiri pengajian Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di kediaman Wakil Ketua , Ihwan Ritonga, Kompleks Menteng Indah, Medan, Minggu (28/6/2026).

Bagi warga, bukan hanya menghadirkan kemudahan transportasi, tetapi juga membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua , Ihwan Ritonga, mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi tonggak penting bagi yang selama puluhan tahun belum menikmati akses jalan yang memadai.

"Selama saya berada di DPRD, persoalan ini terus kami perjuangkan. Sebelumnya pembangunan dilakukan bertahap, namun tidak pernah selesai. Kini penanganannya dilakukan secara menyeluruh sehingga masyarakat mulai merasakan manfaatnya," ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp283 miliar untuk pembangunan dan perbaikan 13 ruas jalan di kawasan Sipiongot dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran tersebut mulai memperlancar mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi.

"Dulu Sipiongot dikenal sebagai daerah tertinggal. Sekarang masyarakat memiliki harapan baru karena pembangunan benar-benar dirasakan," katanya.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah tokoh masyarakat mengenang sulitnya kehidupan akibat minimnya infrastruktur.

Kepala Desa Janji Manahan, Ali Mutarman Dalimunthe, mengaku sejak kecil telah merasakan beratnya akses menuju pusat perdagangan.

"Saat masih sekolah dasar, kami harus berjalan kaki sambil memikul hasil panen menuju Pasar Sipiongot. Jalannya berlumpur sehingga perjalanan sangat melelahkan," tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Siburbur, Sahbuddin Ritonga. Ia menyebut warga sebelumnya membutuhkan waktu hingga tiga jam hanya untuk menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju pasar.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan membengkak, sehingga harga jual komoditas seperti sawit menjadi lebih rendah dibanding daerah lain.

Masyarakat berharap pembangunan jalan terus dilanjutkan agar akses ekonomi semakin lancar dan kesejahteraan warga meningkat.

Menanggapi apresiasi masyarakat, menegaskan pembangunan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah, sehingga tidak seharusnya dianggap sebagai pencapaian yang perlu dipuji secara berlebihan.

Bobby juga membagikan pengalamannya saat pertama kali meninjau Sipiongot. Ia mengaku menyaksikan langsung beratnya kondisi akses menuju wilayah tersebut.

"Saya pernah melintas sekitar pukul dua dini hari. Kendaraan kami sempat terjebak di tengah perjalanan hingga harus bermalam di hutan. Saat melihat kondisi kampung itu, saya tidak mampu menahan air mata. Pengalaman tersebut menjadi salah satu yang paling membekas sejak saya menjadi kepala daerah," ungkapnya.

Ia menegaskan pembangunan merupakan bagian dari komitmennya untuk menghadirkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sumatera Utara.

"Jalan ini dibangun karena memang dibutuhkan masyarakat. Saya tidak ingin ada lagi daerah yang merasa tertinggal atau terpinggirkan dari pembangunan," tegas Bobby.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, Bobby juga berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui penyediaan program bagi putra-putri Sipiongot agar memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru