Nusantaraterkini.co, MEDAN - Mobil calon gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Bobby Nasution, menjadi sasaran pelemparan oleh sekelompok orang setelah debat Pilkada Sumut pada Rabu (6/11/2024) kemarin.
Atas insiden tersebut, reaksi tim pemenangan Bobby membuat laporan ke Polrestabes Medan pada Kamis (7/11/2024).
Namun, sehari setelah pelaporan, Bobby Afif Nasution justru meminta timnya untuk mencabut laporan itu.
Baca Juga : Persiapan Haji 1447 H, Gubernur Bobby Nasution Tekankan Mental Melayani bagi Petugas Sumut
Alasannya, demi menjaga iklim Pilkada berjalan damai.
"Dalam kontestasi ini kita tentunya ingin semua berjalan dengan damai dengan baik, oleh karena itu ya hal-hal yang seperti itu, kita anggap biasa terjadi, tapi mudah-mudahan tidak terulang lagi," ujar Bobby saat berkampanye di Kabupaten Humbang Hasundutan melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024).
Kemudian, Bobby menjelaskan gesekan tersebut merupakan hal yang lazim pada momen debat.
Baca Juga : Dinkes Sumut Pastikan Biaya Bayi ANZ di RS Adam Malik Ditanggung Pemerintah
Kata Bobby, momentum politik tahunan ini harus dimaknai dengan istilah-istilah positif. Momen pemilihan ini, disebutnya harus berada pada suhu yang sejuk.
"Jadi kami sepakat dengan tim pemenangan juga, saya juga sudah bilang ke tim pemenangan, untuk pelaporan itu dicabut sajalah,” ujarnya.
Hari ini dicabut kita minta hari ini laporan dicabut, agar Pilkada ini tujuan kita memilih pemimpin, dengan cara yang damai dengan cara sejuk itu," sambungnya.
Diketahui, insiden pelemparan terjadi ketika mobil hitam yang membawa Bobby keluar dari Hotel Santika Dyandra dan memasuki Jalan Pengadilan.
Sejumlah orang terlihat berada di bahu jalan di sebelah kiri dan kanan. Saat mobil tersebut membelok ke arah Jalan Kapten Maulana Lubis, sekelompok orang melemparkan benda-benda ke arah mobil.
Mobil kepolisian yang mengawal Bobby sempat berhenti sejenak, namun kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Ketua Tim Pemenangan Bobby-Surya, Hinca Panjaitan, mengonfirmasi adanya pelemparan, meskipun ia belum menjelaskan secara detail mengenai benda yang dilemparkan.
"Saya kebetulan ada di situ, meski jaraknya jauh, karena saya juga di mobil. Tapi (saya) melihat sendiri, terjadi apa yang kita sebut tadi malam itu, ada pelemparan. Tapi kita tidak tahu siapa yang melempar, dan suara (karena lemparan) itu ada," ujar Hinca.
Dengan keputusan untuk mencabut laporan, Bobby berharap agar proses Pilkada dapat berlangsung dengan lebih baik dan damai.
(cw7/nusantaraterkini.co)
