Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BNPB Siapkan Dukungan Logistik dan Operasional Tangani Gempa Magnitudo 6.6 di Sarmi Papua

BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal

Bagikan:
Kondisi salah satu bangunan yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 di Sarmi Papua. (Foto: dok BNPB)
Kondisi salah satu bangunan yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 di Sarmi Papua. (Foto: dok BNPB)
A A

, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana () menyiapkan dukungan logistik, peralatan, dan pendampingan operasional bagi Pemerintah Kabupaten , Provinsi , pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (16/10/2025) pukul 15.25 WIT.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BNPB telah berkoordinasi dengan Kabupaten Sarmi untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal.

"Tim juga mendampingi penyusunan dokumen administrasi serta persiapan distribusi bantuan logistik dan peralatan yang akan dikirimkan dari gudang di Jakarta," ungkapnya, Senin (20/10/2025).

Adapun bantuan awal dari BNPB yang telah disalurkan meliputi 100 paket sembako, 100 lembar selimut, 1 unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 50 lembar kasur lipat, 100 lembar matras, 50 unit velbed, dan 100 lembar terpal. Total nilai bantuan tersebut diperkirakan sebesar Rp325 juta.

Baca Juga : Gempa Bumi Magnitudo 6.4 Sarmi Papua, Sejumlah Fasilitas Rusak

BNPB juga mengirimkan tambahan dukungan sesuai permohonan resmi Pemerintah Kabupaten , yang mencakup kebutuhan logistik seperti paket sembako, obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hygiene kit, tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, matras, velbed, terpal, serta peralatan pendukung seperti chainsaw, perahu karet, dan mesin tempel.

Pengiriman logistik BNPB ini dilakukan pada Minggu (19/10/2025) malam dan dijadwalkan tiba di lokasi pada hari ini, Senin (20/10/2025).

Gempa Susulan

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan dengan magnitudo 6,6 pada Kamis (16/10/2025) itu berpusat di koordinat 2,18° Lintang Selatan dan 138,94° Bujur Timur, tepatnya di wilayah Kampung Dabe, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi. Gempabumi dangkal itu dipicu oleh aktivitas sesar Anjak Mamberamo.

Dua susulan turut tercatat dengan magnitudo 5,1 pada Minggu (19/10), pukul 11.52 WIT dan magnitudo 4,5 pada pukul 19.05 WIT. Kendati tidak menimbulkan dampak signifikan, namun masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.

Baca Juga : Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG: Waspada Tsunami di Sulut hingga Papua

Masyarakat juga disarankan segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, memastikan jalur evakuasi bebas hambatan, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting, dan senter.

"Selain itu, warga juga dihimbau untuk mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran atau kebocoran," ujarnya.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan melalui kanal terpercaya, serta tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sarmi per 19 Oktober 2025, tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa ini. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Masyarakat terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat tanpa adanya titik pengungsian terpusat.

Data sementara mencatat kerusakan infrastruktur meliputi 114 unit rumah warga. Apabila dirinci, sebanyak 30 rusak berat, 54 rusak sedang, dan 30 rusak ringan, termasuk empat unit rumah ibadah, serta dua fasilitas kesehatan.

(zie/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru