Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Kembali Terjang Hutanabolon, Stok Logistik para Penyintas turut Hanyut

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Permukiman warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat kembali diterjang banjir pada Jumat (2/1/2025). (Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali diterjang banjir usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut, pada Jumat (2/1/2025). Akibatnya, sejumlah bantuan logistik yang sempat disimpan para penyintas sebelumnya, kini terendam dan hanyut dibawa banjir.

Pendeta HKBP Hutanabolon, Paten Sidabutar, menuturkan jika ketinggian air pada saat itu, diperkirakan mencapai 1,5 meter.

“Hampir semua rumah masuk air. Yang dulunya tidak kena, sekarang kena lagi,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Baca Juga : Aksi Kemanusiaan Brimob Polda Sumut Bersihkan Sisa Banjir Bandang di Tapanuli Tengah

"Jadi sembako yang disimpan warga di rumahnya juga turut hanyut," sambungnya.

Air merendam hampir seluruh rumah penduduk, termasuk kawasan yang sebelumnya tidak terdampak banjir. Kata Paten, hujan mulai turun sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam waktu bersamaan, air mulai naik dan menggenangi rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian warga.

Kondisi tersebut, juga membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, kawasan sekitar HKBP dan beberapa titik lainnya yang sebelumnya luput dari genangan, kini turut terendam. Selain itu, wilayah gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Hutanabolon, juga dilaporkan terdampak banjir.

Baca Juga : Bencana di Tapteng Membuat Ayah Ini Terancam Putuskan Kuliah Empat Anaknya: Tolong Kami

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Tanti Harahap, mengatakan kondisi banjir tersebut tidak memengaruhi akses jalan menuju Kecamatan Tukka.

"Akses ke sana (Hutanabolon) bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat," katanya saat melalui pesan singkat.

Meski begitu, dia belum memberikan keterangan terkait tindakan apa yang telah dilakukan oleh pihaknya.

Baca Juga : BPS Data Rumah Warga Korban Bencana di Tapteng

Sebelumnya telah diberitakan, Juli Anggraini (27), warga Kecamatan Tukka mengatakan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Ia mengaku cemas, mengingat banjir besar yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu.

“Kami khawatir hujan ini. Air sudah masuk rumah. Trauma kejadian waktu lalu masih membuat kami takut,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co.

“Kami khawatir hujan ini. Air sudah masuk rumah. Trauma kejadian waktu lalu masih membuat kami takut,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, pada Jumat sore.

Baca Juga : Penyintas Bencana Tapteng Tolak Relokasi, Pemkab: Tidak kita Paksa

Kecemasan serupa dirasakan warga di Kecamatan Sorkam. Rizki Pasaribu mengatakan hujan deras kali ini mengingatkannya pada banjir bandang sebelumnya.

“Kondisinya hampir sama. Hujan deras waktu itu, tidak disangka-sangka bisa bikin banjir besar,” katanya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)