Banjir Kembali Terjang Hutanabolon, Stok Logistik para Penyintas turut Hanyut
Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali diterjang banjir usai hujan deras mengguyur kawasan
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali diterjang banjir usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut, pada Jumat (2/1/2025). Akibatnya, sejumlah bantuan logistik yang sempat disimpan para penyintas sebelumnya, kini terendam dan hanyut dibawa banjir.
Pendeta HKBP Hutanabolon, Paten Sidabutar, menuturkan jika ketinggian air pada saat itu, diperkirakan mencapai 1,5 meter.
“Hampir semua rumah masuk air. Yang dulunya tidak kena, sekarang kena lagi,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co melalui sambungan telepon, Sabtu malam.
"Jadi sembako yang disimpan warga di rumahnya juga turut hanyut," sambungnya.
Air merendam hampir seluruh rumah penduduk, termasuk kawasan yang sebelumnya tidak terdampak banjir. Kata Paten, hujan mulai turun sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam waktu bersamaan, air mulai naik dan menggenangi rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian warga.
Kondisi tersebut, juga membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, kawasan sekitar HKBP dan beberapa titik lainnya yang sebelumnya luput dari genangan, kini turut terendam. Selain itu, wilayah gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Hutanabolon, juga dilaporkan terdampak banjir.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Tanti Harahap, mengatakan kondisi banjir tersebut tidak memengaruhi akses jalan menuju Kecamatan Tukka.
"Akses ke sana (Hutanabolon) bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat," katanya saat melalui pesan singkat.
Meski begitu, dia belum memberikan keterangan terkait tindakan apa yang telah dilakukan oleh pihaknya.
Sebelumnya telah diberitakan, Juli Anggraini (27), warga Kecamatan Tukka mengatakan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Ia mengaku cemas, mengingat banjir besar yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu.
“Kami khawatir hujan ini. Air sudah masuk rumah. Trauma kejadian waktu lalu masih membuat kami takut,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co.
“Kami khawatir hujan ini. Air sudah masuk rumah. Trauma kejadian waktu lalu masih membuat kami takut,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, pada Jumat sore.
Kecemasan serupa dirasakan warga di Kecamatan Sorkam. Rizki Pasaribu mengatakan hujan deras kali ini mengingatkannya pada banjir bandang sebelumnya.
“Kondisinya hampir sama. Hujan deras waktu itu, tidak disangka-sangka bisa bikin banjir besar,” katanya.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
NEWSWarga Kampung Nelayan Seberang Belawan Minta Kejelasan Status Wilayah dan Kependudukan
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
PENDIDIKANPenambahan Anggaran Kemendiktisaintek Harus Berdampak Nyata Bagi Pendidikan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPemko Medan Tegaskan Penyesuaian Pajak dan Retribusi Berorientasi Kepastian Hukum dan Pelayanan Publik
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggelapan Kapal Tongkang OCEANIC 238
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANSambut Baik Instruksi Pendidikan Gratis Prabowo, Habib Syarief Ingatkan Kesiapan Fiskal Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKDPR Pastikan Pembahasan UU Ketenagakerjaan Digarap Masa Sidang Ini Sesuai Putusan MK
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTAngkutan Peti Kemas KAI Sumut Tumbuh 25 Persen Hingga Agustus 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan