Bahas Isu Keragaman dan Kesetaraan, Sekjen PSI Silaturahim dengan Pendeta
Nusantaraterkini.co, PEKANBARU - Bahas isu keragaman dan kesetaraan, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni silaturahim dengan para pendeta se-Provinsi Riau.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
Raja Juli Antoni mengaku kegiatan ini sebagai ajang silaturahim lintas iman dalam rangka mendiskusikan isu terkait merawat keragaman dan mengukuhkan persatuan sebagai Bangsa Indonesia.
Baca Juga : Judi Online Jadi Pemicu Budi Arie Ditolak Gerindra dan PSI
Dalam kegiatan tersebut, pendeta mewakili PGPI mengatakan di Riau ada 1.180 gereja. Satu sesi dalam acara tersebut ada yang berharap tidak ada lagi kelas sosial atau umat Kristiani dianggap warga kelas dua.
Sementara Pdt Lukas Dewataraja mengeluhkan soal syarat pendirian gereja yang mengharuskan adanya 90 jemaat terdaftar serta mengharuskan adanya dukungan dari 60 orang.
Baca Juga : Proyek Infrastruktur Vital: Pipa Gas Riau–Sumut Ditargetkan Rampung 2027, Jamin Ketahanan Energi Regional
Menurutnya, hal tersebut membatasi kebebasan warga dalam menjalankan peribadatan.
Baca Juga : Terungkap Gubernur Riau Abdul Wahid Diduga Minta ‘Jatah Preman’ Rp 7 Miliar, Baru Terima Rp 4 Miliar
Maka dari itu, ia berharap supaya peraturan tersebut dicabut sehingga umat Kristiani dapat dengan bebas mendirikan gereja.
Terkait permintaan tersebut, Raja Juli Antoni menjelaskan satu latar belakang lahirnya PSI dikarenakan pihaknya menganggap masih ada masalah dalam konteks prinsip kewargaan.
“Itulah kenapa PSI selalu menekankan terwujudnya penerimaan atas keragaman dan menentang keras intoleransi,” ujarnya dikutip dari situs PSI, Selasa (7/11/2023).
Baca Juga : Indonesia Didorong Waspada, Misi Perdamaian Gaza Berpotensi Ganggu Keseimbangan Hubungan AS–Cina
Dikatakannya, Pancasila sebagai falsafah sesungguhnya telah menjamin setiap warga negara memiliki hak yang sama. Namun, sambungnya, dalam beberapa hal tidak terwujud.
“Kemerdekaan yang kita raih bukan sesuatu yang terjadi secara taken for granted, dibalik itu, ada perjuangan besar yang dikontribusikan oleh seluruh anak bangsa tidak terkecuali umat Kristiani. Maka, saya setuju dengan aspirasi tersebut,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
