Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Artefak Kuno Hilang Misterius dari Makam Tersegel di Mesir, Pemerintah Lakukan Investigasi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto tak bertanggal ini menunjukkan artefak yang ditemukan di makam seorang pangeran Mesir di nekropolis Saqqara, Kairo selatan, Mesir. (Foto: Xinhua/Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir)

Nusantaraterkini.co, KAIRO - Otoritas Pemerintah Mesir meluncurkan penyelidikan tingkat tinggi terhadap hilangnya lempengan batu kapur kuno secara misterius dari makam Khentika di situs arkeologi Saqqara di dekat Kairo.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (5/10/2025), Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan (Supreme Council of Antiquities) Mesir Mohamed Ismail Khaled mengonfirmasi bahwa seluruh masalah tersebut telah dirujuk ke Kejaksaan Umum untuk segera diselidiki dan bahwa semua prosedur hukum yang diperlukan sedang dijalankan.

Peristiwa ini sangat membingungkan karena makam Khentika, yang ditemukan pada tahun 1950-an dan digunakan sebagai fasilitas penyimpanan artefak, telah disegel sepenuhnya dan belum pernah dibuka sejak 2019.

Baca Juga : Belanda Pulangkan 828 Artefak Milik Indonesia, Fadli Zon: Upaya Menjaga Memori Bangsa

Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir kini sedang memantau penyelidikan tersebut secara ketat dalam koordinasi dengan otoritas terkait lainnya, menurut pernyataan itu.

Baca Juga : Di Mesir, Museum Arkeologi Terbesar di Dunia akan Dibuka 1 November 2025

Pada September, Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir mengumumkan bahwa sebuah gelang kerajaan milik Raja Amenemope, firaun dari Dinasti ke-21 Mesir Kuno yang memerintah dari 993 hingga 984 SM, hilang dari laboratorium konservasi di Museum Mesir di Kairo.

Setelah penyelidikan dilakukan, otoritas Mesir mengonfirmasi bahwa gelang tersebut dicuri oleh seorang spesialis restorasi.

Gelang emas itu berpindah tangan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya dilebur, demikian dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir bulan lalu.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua