Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Armuzna Semakin Dekat, Bimbingan Diperketat dan Difokuskan

Sunnah Ihram seperti memotong kuku, mencukur, memakai wangian di badan bukan di kain ihram, Mandi Sunnat Ihram

Pembimbing Ibadah Sofyan Siagian terus melakukan ikhtiar melakukan Pembimbingan di setiap kesempatan terhadap Jemaah kloternya, pada Selasa (3/6/2025). (Foto: Humas Embarkasi Medan)
Pembimbing Ibadah Sofyan Siagian terus melakukan ikhtiar melakukan Pembimbingan di setiap kesempatan terhadap Jemaah kloternya, pada Selasa (3/6/2025). (Foto: Humas Embarkasi Medan)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kloter 12 KNO dengan Jemaah 280 orang berasal dari Kabupaten Batu Bara dan 79 dari Kota Medan di bawah Pembimbing Ibadah Sofyan Siagian terus melakukan ikhtiar melakukan pembimbingan di setiap kesempatan terhadap Jemaah kloternya, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: Visa Haji Furoda Batal Terbit, Komisi VIII: Kawal Pengembalian Dana Jemaah

Sofyan menjelaskan permasalahan mendesak yang ingin disampaikan kepada jemaah yaitu penegasan agar jemaah ingat tahapan perjalanan mulai melaksanakan sunnah-sunnah Ihram.

Sunnah Ihram seperti memotong kuku, mencukur, memakai wangian di badan bukan di kain ihram, Mandi Sunnat Ihram, berpakaian dan niatnya serta antre menunggu jadwal pemanggilan naik ke bus. 

“Karena untuk mengurangi kepadatan di hotel, jemaah diharap sabar menunggu di kamar hotel saja sampai dipanggil urutan bus yang akan datang menjemput. Karena keberangkatan tanggal 8 Zulhijjah itu dijadwalkan tiga gelombang,” ucapnya.

Sofyan menyampaikan, tak kalah juga persiapan bekal pakaian selama enam hari, peralatan kebersihan, bacaan dan Doa, apalagi kalau ada doa khusus agar juga dipersiapkan. 

Keperluan obat, dan persiapan antisipasi dari cuaca ekstrem sampai hubungan kekerabatan agar tidak terpisah dengan mereka, apalagi yang mengikuti skema murur pendampingnya dapat membantu apa saja keperluan yang sebaik mungkin dipersiapkan.

Tak lupa Sofyan juga mengingatkan agar hanya tas Armuzna resmi saja yang dibawa tidak boleh membawa koper, di samping mematuhi peraturan yang dibuat Pemerintah Arab Saudi seperti dilarang keluar tenda jauh-jauh apalagi sendiri.

“Karena ribuan tenda di Arafah bentuk, warna dan ukurannya sama. Kalau keluar cukuplah ke toilet dan yang tidak kalah pentingnya adalah Kartu Nusuk yang diterbitkan Syarikah dan ID Card yang telah diberikan, jangan sampai tinggal,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Ketua Kloter 09 KNO Audiensi ke Syarikah Rifaad

Sofyan juga mengingatkan tentang amalan agar waktu wukuf betul-betul bermanfaat karena haji kemungkinan besar hanya satu kali seumur hidup mengingat panjangnya daftar antrean di Indonesia. 

Ikuti saja ketentuan dan amalan di Arafah dengan berwukuf, Muzdalifah dan Mina nanti, serta peraturan yang dibuat syarikah serta Kementerian Agama.

“Insya Allah selamat dan semoga Indonesia sebagai jemaah terbanyak di dunia saat ini mendapatkan haji yang mabrur-mabrurah,” pungkasnya.

(cw2/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait