Anies Tak Salami Prabowo usai Debat, Ketua PBNU Singgung Tata Krama Budaya Indonesia
Prof KH Mohammad Mukri menyatakan, dalam tata krama budaya Indonesia mengharuskan yang muda untuk mendatangi yang lebih tua
Anies Tak Salami Prabowo usai Debat, Ketua PBNU Singgung Tata Krama Budaya Indonesia
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Mohammad Mukri menyatakan, dalam tata krama budaya Indonesia mengharuskan yang muda untuk mendatangi yang lebih tua.
Hal ini dikatakannya menanggapi kejadian dalam debat ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan kemarin, Minggu (7/1/2024), di mana Anies Baswedan tidak menyalami Prabowo Subianto.
“Ada tata krama dalam budaya orang Indonesia, ini biasanya yang muda yang datangi orang yang tua,” kata Prof Mukri kepada nusantaraterkini.co, Senin (8/1/2024).
Meski begitu, Prof Mukri mengaku tak tahu alasan pasti mengapa Anies tak menyalami Prabowo usai debat kemarin malam berlangsung.
“Saya juga nggak tahu, tapi saya kira kita ngeliat lah ya bahwa Prabowo ini, satu dari sisi usia, (kemudian) dari sisi mungkin kebaikan-kebaikan selama ini,” tambahnya.
Selain itu, jelasnya, sewaktu pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Prabowo juga berperan sebagai mentor dari Anies.
“Saya juga nggak berani mengatakan ini masalah. Kalau Prabowo ngomong ini kan masalah tata krama saja, masalah etika. Bahwa pastinya yang muda datangi yang tua dong, masa yang tua datangi yang muda gitu kan?. Kalau Anies Baswedan benar apa enggak ngomongnya, bahwa ketika saya tengok, ternyata Prabowo udah nggak ada,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini memang kurang elok dan kurang mendidik karena masyarakat berkeinginan Pilpres yang riang gembira. Namun, dia berharap, Anies sebagai sosok yang lebih muda seharusnya mendatangi Prabowo terlebih dahulu untuk menyalami tangannya.
Oleh karena itu, Prof Mukri memberikan masukan kepada moderator debat agar para paslon ke depan tidak perlu meninggalkan tempat duduk untuk bersalaman. Supaya, sambungnya, hal serupa tak terjadi lagi ke depannya.
“Kan gimik yang seperti ini penting, menunjukkan bahwa kami seberbeda apapun, setajam apapun kami masih bersaudara,” pintanya.
(mr6/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
hendra·3 menit yang lalu -
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan