Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Anies Tak Salami Prabowo usai Debat, Ketua PBNU Singgung Tata Krama Budaya Indonesia

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. KH. Mohammad Mukri. (Foto: web PBNU Lampung)

Anies Tak Salami Prabowo usai Debat, Ketua PBNU Singgung Tata Krama Budaya Indonesia 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Mohammad Mukri menyatakan, dalam tata krama budaya Indonesia mengharuskan yang muda untuk mendatangi yang lebih tua.

Baca Juga : Harlah 100 Tahun, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan dan Memberi Manfaat

Hal ini dikatakannya menanggapi kejadian dalam debat ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan kemarin, Minggu (7/1/2024), di mana Anies Baswedan tidak menyalami Prabowo Subianto.

Baca Juga : Nikah Siri Terancam 4,5 Tahun Penjara, Gus Hilmy: Overkriminalisasi

“Ada tata krama dalam budaya orang Indonesia, ini biasanya yang muda yang datangi orang yang tua,” kata Prof Mukri kepada nusantaraterkini.co, Senin (8/1/2024).

Meski begitu, Prof Mukri mengaku tak tahu alasan pasti mengapa Anies tak menyalami Prabowo usai debat kemarin malam berlangsung.

“Saya juga nggak tahu, tapi saya kira kita ngeliat lah ya bahwa Prabowo ini, satu dari sisi usia, (kemudian) dari sisi mungkin kebaikan-kebaikan selama ini,” tambahnya.

Selain itu, jelasnya, sewaktu pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Prabowo juga berperan sebagai mentor dari Anies.

“Saya juga nggak berani mengatakan ini masalah. Kalau Prabowo ngomong ini kan masalah tata krama saja, masalah etika. Bahwa pastinya yang muda datangi yang tua dong, masa yang tua datangi yang muda gitu kan?. Kalau Anies Baswedan benar apa enggak ngomongnya, bahwa ketika saya tengok, ternyata Prabowo udah nggak ada,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini memang kurang elok dan kurang mendidik karena masyarakat berkeinginan Pilpres yang riang gembira. Namun, dia berharap, Anies sebagai sosok yang lebih muda seharusnya mendatangi Prabowo terlebih dahulu untuk menyalami tangannya.

Oleh karena itu, Prof Mukri memberikan masukan kepada moderator debat agar para paslon ke depan tidak perlu meninggalkan tempat duduk untuk bersalaman. Supaya, sambungnya, hal serupa tak terjadi lagi ke depannya. 

“Kan gimik yang seperti ini penting, menunjukkan bahwa kami seberbeda apapun, setajam apapun kami masih bersaudara,” pintanya.

(mr6/nusantaraterkini.co)