Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Akses 5 Desa Terputus Gegara Jembatan Gantung di Desa Sungai Sintang Roboh, Rakit Jadi Alternatif Transportasi

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jembatan gantung di Desa Sungai Sintang yang ambruk. Kini akses darat putus total, warga terpaksa menyeberang menggunakan rakit. Foto: Dok. Istimewa

nusantaraterkini.co, SINTANG - Jembatan gantung di Desa Sungai Sintang, Kecamatan Kayan Hilir, ambruk. Akibat peristiwa ini, akses lima desa di kawasan itu terputus.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 Maret 2024 lalu, sekitar 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sebelum roboh, jembatan gantung memang sudah rusak parah. Warga setempat terpaksa memasang papan peringatan agar pengendara berhati-hati saat melintas jembatan.

Baca Juga : Akses Terputus Kini Tersambung, Kolaborasi Yon Zipur 11/DW dan Dinas PU Tuntaskan Jembatan Paya Bakung

Menurut Kades Sungai Sintang, Florensius Budi, jembatan yang ambruk tersebut lokasinya di Dusun Lubuk Leban. Jembatan gantung yang ambruk memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 2,20 meter.

“Jembatan gantung itu menghubungkan Desa Sungai Sintang menuju Desa Batu Netak, Desa Sungai Buaya, Desa Neran Baya, Desa Sungai Garong dan Desa Sungai Pengga. Jadi akibat jembatan ambruk, ada lima desa terdampak dan akses darat kini terputus,” kata Budi, Kamis (18/4/2024).

Agar masyarakat bisa melintas, kata Budi, telah dibuat alternatif penyeberangan sementara menggunakan rakit kayu. “Bagi masyarakat yang ingin menyeberang menggunakan rakit biayanya Rp 10 ribu per motor, namun jika membawa barang biayanya Rp 20 ribu,” bebernya.

Baca Juga : Akses Vital Kota Bangun Lumpuh Akibat Banjir, Rico Waas Janjikan Perbaikan Total Baru di 2026

“Hingga saat ini banyak sekali warga yang menggunakan rakit untuk menyeberang, karena tak hanya menghubungkan ke desa-desa di Sintang, tetapi juga ke Nanga Ngeri, Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Adanya rakit ini sangat membantu mobilitas masyarakat,” sambung Budi.

Mengingat jembatan gantung sangat penting untuk memperlancar akses transportasi masyarakat, Budi berharap segera ditangani oleh Pemda Sintang.

“Kita sudah mengusulkan ke Pak Bupati, Dinas Pekerjaan Umum maupun BPBD agar jembatan segera dibangun lagi. Sebelum ambruk kita juga sudah menyurati Pemda agar jembatan diperbaiki, namun belum ditangani sampai akhirnya pada Minggu lalu ambruk,” ujarnya.

Baca Juga : Pembersihan Material Longsor, Akses Jalan Sudah Terbuka Sampai Desa Sibalanga

Budi menduga jembatan gantung ambruk karena sudah dimakan usia. “Jembatan gantung dibangun tahun 2007 silam dan tidak pernah direhab. Makanya kalau saya lihat jembatan gantung itu memang sudah termakan usia,” tukasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Sarang Tawon Bikin Resah Warga, Damkar Pemalang Turun Tangan