Otorita IKN Bilang Investor Asing Tertarik, Ada 21 Negara yang Melirik
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mencatat investor asing tertarik dengan IKN dan ada sekitar 21 negara yang sudah melirik untuk berinvestasi.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otoritas IKN Nusantara (OIKN) Mohammad Ali Berawi mengatakan investor asing mulai berminat menggarap proyek IKN Nusantara. Itu berdasarkan data dari OIKN tercatat sebanyak 21 negara yang telah mengirimkan 304 Letter of Intent (Lol) untuk berinvestasi di IKN.
Baca Juga : Beredar Kabar Kondisi IKN Nusantara Semakin Hijau dan Indah Dipandang Mata
Ia mengatakan 21 negara tersebut mulai dari Amerika, Eropa, China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia. Menurut Ali Berawi 304 Lol tersebut berarti berbagai negara itu ingin berpartisipasi di IKN Nusantara.
Setelah Lol diterima, kata Ali Berawi saat berada dalam agenda Sweden-Indonesia Sustainability Partnership, Ayana Midplaza, Sudirman, Jakarta Pusat, diskusi intensif atau detail es discussion dilakukan satu persatu.
Hal itu guna melihat investasi apa yang akan dilakukan oleh berbagai perusahaan tersebut dan kebutuhan data mereka.
Baca Juga : Update Pembangunan IKN, Pengaspalan Telah Berlangsung
“Ini nanti mereka mau invest di mana, butuh data apa, sehingga setelah tanda tangan non disclosure agreement mereka bisa bikin business proposalnya. Nah bisnis proposal investasi yang masuk, kita evaluasi lagi,” ujarnya dilansir dari detik pada Minggu (10/12/2023).
Guru besar Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI) ini menerangkan pihaknya menempuh jalur negosiasi yang panjang sebab ada perbedaan kepentingan antara berbagai perusahaan itu dan pemerintah.
“Perusahaan mencari maximum profit, sementara pemerintah itu maximun benevit buat kepentingan masyarakat,” akunya.
Baca Juga : Wali Kota Parepare Studi Tiru ke Balikpapan, Fokus UMKM, PAD dan Strategi Penyangga IKN
Ia menyatakan investasi tersebut bisa membawa keuntungan bagi semua pihak menjadi satu titik diskusi yang masih alot antara pemerintah dan investor.
“Ada proses negosiasi yang waktunya cukup signifikan. Itu, untuk memastikan bahwa investasi akan membawa keuntungan bagi semua pihak. Poin ini yang cukup alot diskusinya,” terangnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028
