Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

7 Pekerja Tambang Freeport Belum Ditemukan, Komisi XIIl: Alarm Keras Bagi Perusahaan untuk Minimalisir Risiko

Editor:  hendra
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rico Alviano (Foto: dok.istimewa)

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Tujuh pekerja PT Freeport Indonesia (Freepor/PTFI) yang terjebak longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah, terjebak saat melakukan penambangan.

Anggota Komisi XII DPR Rico Alviano meminta manajemen Freeport mengerahkan seluruh upaya terbaik untuk menemukan para pekerja meski sudah hampir sepekan berlalu pasca longsor tersebut.

Rico juga mendesak investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab longsor yang menutup akses tambang bawah tanah tersebut. Jika ditemukan kelalaian, Freeport diminta bertanggung jawab dan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga : PPPK Paruh Waktu di Medan Keluhkan JHT Tak Bisa Cair, BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Alasannya

“Ini bukan pertama kali ada pekerja Freeport yang terjebak dalam aktivitas penambangan bawah tanah. Seharusnya ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan untuk benar-benar meminimalisir risiko. Tujuh pekerja yang hingga kini masih belum ditemukan harus tetap dicari. Kita tidak boleh berhenti begitu saja ketika keluarga mereka masih berharap bisa berkumpul kembali dengan selamat,” ujar Rico, Senin (15/9/2025).

Hingga kini, tim penyelamat gabungan yang terdiri dari personel Freeport, aparat, dan tim teknis pertambangan terus melakukan berbagai langkah, termasuk penggalian dua terowongan batu. Namun, ketika salah satu jalur berhasil ditembus, para pekerja tidak ditemukan di titik yang diperkirakan.

Pencarian juga melibatkan penggunaan alat berat, sistem ventilasi khusus, serta dukungan tim ahli geologi, SAR, dan teknisi tambang dalam perencanaan jalur evakuasi. Tim gabungan kini memperluas pencarian ke area lain yang diduga menjadi lokasi keberadaan para pekerja.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Salurkan Manfaat Jaminan Kematian kepada Ahli Waris Pekerja Rentan

Legislator dapil Sumbar I ini pun mengapresiasi tim penyelamat yang masih berjuang di lapangan meski menghadapi medan berat dan risiko tinggi. Ia meminta pencarian tidak dihentikan dan keselamatan tetap diprioritaskan. “Insiden ini adalah tragedi buruk dalam dunia pertambangan. Saya mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar tujuh pekerja yang terjebak dapat segera ditemukan dan bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat,” tutupnya.

Sebelumnya, Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, langkah evakuasi terhadap 7 pekerja PT Freeport Indonesia (Freepor/PTFI) yang terjebak longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah, terus dilakukan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengakui, keberadaan 7 pekerja tersebut belum ditemukan. Namun, proses pencarian terus berlangsung sampai menemukan para pekerja itu.

Baca Juga : Tragedi Freeport: Dua Pekerja Tambang Grasberg Ditemukan Tewas

"Masih diupayakan ini, diupayakan ini. Ngeluarin material-material yang nutup (jalur akses) ini," ujar Tri Winarno.

Diketahui, Presiden Direktur (Presdir) PTFI, Tony Wenas menyatakan, jajarannya mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menyelamatkan ke-7 pekerja yang hingga kini masih terjebak dalam area tambang bawah tanah GBC di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

Tim tanggap darurat PTFI, katanya lagi, bekerja tanpa henti membuka akses ke lokasi perkiraan keberadaan ketujuh pekerja dengan bantuan alat berat, bor, dan drone, meski terkendala material basah aktif, sambil berupaya memulihkan kembali akses komunikasi.

Baca Juga : Insiden MP 60 Mimika: Bukan Penembakan Pendulang Emas, Tapi Penindakan Perusak Pipa Freeport

Dalam melakukan berbagai upaya itu, PTFI bekerja sama dengan Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM, pihak MIND ID, dan Freeport McMoRan.

Tony menyebut, tantangan terberat yang dihadapi untuk mengevakuasi tujuh pekerja yang masih terjebak tersebut, yakni material lumpur bijih basah yang masuk ke area tambang bawah tanah GBC sangat banyak. 

(cw1/nusantaraterkini.co)