Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Wacana Bahasa Asing di SD Dikritik, Kesiapan dan Kesejahteraan Guru Dinilai Lebih Prioritas

Wacana bahasa asing di SD mendapat sorotan. Pengamat menilai kesiapan dan kesejahteraan guru harus diprioritaskan sebelum kebijakan diterapkan.

Rencana pengenalan bahasa asing sejak SD mendapat dukungan, tetapi pengamat mengingatkan pemerintah agar terlebih dahulu memastikan ketersediaan dan kesejahteraan guru, Sabtu (15/8/2026). (foto:Istimewa)
Rencana pengenalan bahasa asing sejak SD mendapat dukungan, tetapi pengamat mengingatkan pemerintah agar terlebih dahulu memastikan ketersediaan dan kesejahteraan guru, Sabtu (15/8/2026). (foto:Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Rencana penguatan sejak jenjang sekolah dasar (SD) mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Wacana tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi persaingan global, namun penerapannya perlu disesuaikan dengan kesiapan guru, , serta kondisi pembiayaan pendidikan nasional.

Pengamat pendidikan UIN Jakarta, , menilai tidak semua bahasa asing perlu dijadikan pembelajaran wajib bagi seluruh siswa. Menurutnya, dan dapat menjadi prioritas, sementara bahasa asing lainnya seperti Mandarin, Jepang, dan Korea dapat ditawarkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat siswa.

“Tidak bisa semua bahasa asing diwajibkan. Cukup Arab dan Inggris yang wajib, sementara lainnya dijadikan ekstrakurikuler sesuai minat siswa,” ujar Jejen Musfah kepada , Sabtu (15/6/2026).

Ia menilai penerapan berbagai bahasa asing sebagai mata pelajaran wajib berpotensi menambah persoalan baru, terutama karena saat ini masih terdapat kekurangan guru di sejumlah bidang studi. Penambahan mata pelajaran juga membutuhkan tenaga pendidik baru, sementara yang ada dinilai masih perlu mendapat perhatian serius.

Menurut Jejen, , Jepang, dan Korea memang semakin penting untuk dipelajari. Namun, tidak semua siswa harus menguasai seluruh bahasa tersebut. Pemerintah dapat menyiapkan sebagian siswa agar memiliki kemampuan khusus pada salah satu bahasa sesuai potensi dan kebutuhan mereka.

“Yang penting ada siswa yang disiapkan untuk menguasai satu dari ketiganya,” katanya.

Jejen juga meminta pemerintah melakukan kajian mendalam sebelum menerapkan kebijakan baru di bidang pendidikan. Menurutnya, kebijakan penambahan mata pelajaran akan berdampak langsung terhadap kebutuhan anggaran dan ketersediaan tenaga pendidik.

“Setiap kebijakan berdampak pada pendanaan. Sementara kondisi kita defisit. Jadi, yang lahir adalah kebijakan yang benar-benar penting dan mendesak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran berbagai bahasa asing memang penting, tetapi belum tentu menjadi kebutuhan yang paling mendesak dibandingkan pemenuhan kekurangan guru dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Penuhi kebutuhan kekurangan guru dulu dan sejahterakan guru melalui kebijakan gaji minimal,” tegasnya.

Dukung Penguatan Bahasa Asing

Sementara itu, Wakil Ketua , , mendukung langkah Presiden untuk memperkuat pembelajaran bahasa asing sejak jenjang SD.

Menurut Lalu Hadrian, kemampuan bahasa asing semakin dibutuhkan di tengah dunia yang terbuka dan kompetitif. Penguasaan bahasa asing sejak usia dini dinilai dapat membantu siswa membangun kemampuan komunikasi dan interaksi di tingkat global.

/tag/pembelajaran-bahasa-asing" class="article-tag-link" rel="tag">Pembelajaran bahasa asing sejak SD sangat penting. Anak-anak harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi di tingkat global,” ujar Lalu Hadrian.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus dibarengi dengan kesiapan sistem pendidikan, khususnya . Jangan sampai pemerintah menetapkan target penguasaan bahasa asing tanpa memastikan tenaga pendidik memiliki kemampuan yang memadai.

Selain , pemerintah juga diminta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya berupa laboratorium bahasa serta perangkat pembelajaran digital yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan memahami bahasa asing.

“Sarana dan prasarana juga harus mendukung. Kalau kita ingin berkualitas, sekolah harus memiliki fasilitas yang memadai, termasuk laboratorium bahasa dan perangkat pembelajaran digital yang menarik,” jelasnya.

Lalu Hadrian juga mengingatkan agar peningkatan kualitas pembelajaran tidak dipisahkan dari persoalan . Menurutnya, guru merupakan aktor utama dalam keberhasilan setiap kebijakan pendidikan.

“Jangan sampai guru hanya diminta mengajar anak-anak dengan baik, tetapi kesejahteraan mereka masih rendah. Kalau ingin pembelajaran yang baik dan berkualitas, maka kesejahteraan guru juga harus baik,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah memastikan guru memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan yang layak, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

“Tanpa kesejahteraan yang baik, guru akan sulit memberikan pembelajaran secara optimal. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru tidak boleh ditawar,” pungkasnya.

Bahasa Asing di SD Bersifat Pengenalan

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, pembelajaran bahasa asing di tingkat SD yang sedang disiapkan pemerintah pada dasarnya berupa pengenalan, bukan menjadikan seluruh bahasa asing sebagai mata pelajaran wajib.

“Jadi yang dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing, khususnya untuk yang SD,” kata Mu'ti.

Untuk , pemerintah telah menyiapkan kebijakan yang menjadikannya mata pelajaran wajib mulai kelas III SD pada 2027.

“Kalau yang bahasa Inggris kan memang nanti tahun 2027 bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas tiga SD,” ujarnya.

Mu'ti juga menyebut sejumlah sekolah telah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, seperti Mandarin dan Korea. Bahkan, terdapat negara-negara yang menawarkan bantuan tenaga pengajar untuk mendukung pembelajaran bahasa masing-masing di sekolah Indonesia.

“Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, juga ada bahasa Mandarin, . Dan ada beberapa negara yang memang menawarkan untuk mereka menyediakan tenaga yang bisa membantu dalam pembelajaran bahasa asing sesuai dengan negara mereka masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi generasi muda Indonesia. Menurut Prabowo, kemampuan tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda, termasuk dalam memperoleh pekerjaan.

“Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai,” kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa asing akan mulai diperkenalkan sejak siswa duduk di kelas I SD. Bahasa yang disebut antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.

“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing,” ujar Prabowo. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait