Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wabup Samosir Dukung Peluang Kerja Sama Antara Indonesia dan Belanda dalam Pengembangan Tamanan Hortikultura

Editor:  hendra
Reporter: JAS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik kehadiran para delegasi dari Belanda, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda.(Doc Kominfo Samosir)

nusantaraterkini.co, HUMBAHAS - Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, turut menghadiri kunjungan kerja Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan Delegasi dan Kedutaan Besar Negara Belanda di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kunjungan Delegasi Belanda ini merupakan bagian dari agenda Misi Ekonomi dan Perdagangan Belanda di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda, khususnya dalam bidang perdagangan, pertanian, dan pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi unggulan nasional.

Direktur TSTH2 Prof. Sri Fatmawati menjelaskan kawasan ini terdiri dari beberapa area, termasuk riset dan pembibitan. Beberapa tumbuhan yang dikembangkan di sini adalah bunga telang, kemenyan, ubi ungu, bawang putih, kentang, dan kunyit.

Baca Juga : Wabup Promosikan Parawisata Samosir di Rapimnas Persaudaraan Profesi Advokat Nusantara

"Kami juga mencoba mengolahnya menjadi produk turunan seperti keripik, serbuk, kosmetik, dan bioetanol," ucapnya, Sabtu(21/06/25).

Sementara itu, Vice Minister for Foreign Economic Relations of the Ministry of Foreign Affairs of the Netherlands Michiel Sweers, menilai riset seperti ini merupakan langkah luar biasa dalam pengembangan tanaman hortikultura, yang kemudian diimplementasikan dalam program food estate.

Dia menerangkan saat ini ada beberapa jenis tanaman hortikultura yang menjadi primadona di Belanda dan memungkinkan bisa ditanam di Indonesia. 

Baca Juga : Wabup Samosir Harapkan PGRI Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan Pendidikan

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik kehadiran para delegasi dari Belanda ini. Saat ini, Indonesia fokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kawasan ini akan berubah dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

"Spirit itu juga melandasi kehadiran Pusat Sains dan Teknologi Herbal serta Hortikultura (TSTH) di Humbang Hasundutan. Kami membangun ekosistem berbasis komunitas untuk riset benih, rumah kaca, dan pelatihan petani. Sejumlah inisiatif strategis sedang dikembangkan: pusat pembibitan bawang putih, restorasi hutan kemenyan, penguatan pertanian kopi Arabika, serta pengembangan kakao dan minyak atsiri. Semua ini sejalan dengan semangat hilirisasi sektor pertanian dan visi swasembada pangan nasional", terang Luhut.

Dengan keunggulan Belanda di teknologi rumah kaca dan pertanian presisi, Luhut yakin mereka dapat menjadi mitra strategis. Dengan membuka peluang kolaborasi dalam riset terapan, pilot project greenhouse, peningkatan kualitas bibit, pelatihan teknis, dan transfer ilmu. 

Baca Juga : Puncak Arus Balik Minggu Besok: Polda Sumut Kerahkan Tim Urai Macet di Jalur Wisata dan Titik Rawan

"Saya juga berharap terbuka pula kesempatan bagi para pelajar dan peneliti muda Indonesia, untuk mendalami ilmu pertanian di perguruan tinggi ternama seperti Wageningen University, Belanda",ujarnya.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, menyampaikan sangat mengapresiasi kehadiran delegasi dari Belanda di kawasan danau toba ini, termasuk kegigihan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua DEN untuk membawa pembangunan ke tapanuli.

"Semoga dengan kehadiran DEN dan delegasi dari Belanda ini, menjadikan Kawasan Danau Toba menjadi penyumbang swasembada pangan Nasional nantinya," tutupnya.

Baca Juga : Siapkan Simalungun hingga Samosir Jadi Pusat Pangan, Pemprov Sumut Kejar Target Inflasi Rendah ​

(JAS/nusantaraterkini.co).