Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Viral Oknum TNI Ngamuk di Kemang, Komisi I Minta Mentalitas dan Pembinaan Prajurit Dibenahi

Kejadian ini perlu ada perhatian serius dari pimpinan TNI

Oknum TNI Prada SA ngamuk todong pistol di Kemang. (Foto: dok okezone)
Oknum TNI Prada SA ngamuk todong pistol di Kemang. (Foto: dok okezone)
A A

, JAKARTA - Oknum anggota TNI dari Rindam III/Siliwangi, Prada SA, membuat keributan di kawasan , Mampang Prapatan, , dengan mengeluarkan api.

Merespon itu, Anggota Taufiq R Abdullah menilai kejadian ini perlu ada perhatian serius dari pimpinan TNI.

"Ini kejadian yang ke sekian kali, sudah berkali-kali terjadi penyalahgunaan oleh oknum tentara. Maka diperlukan upaya khusus dari pimpinan TNI. Hal ini bukan sekadar berkaitan dengan SOP atau pengawasan, tetapi menyangkut mentalitas prajurit dalam menempatkan diri secara individual dan kelembagaan," katanya, Senin (20/1/2025).

Soal pentingnya seseorang prajurit menempatkan diri ketika berada di tengah masyarakat. Dia menyebut jika seorang prajurit paham akan penempatan diri, maka kejadian ini tak akan terjadi.

"Positioning mereka dalam konteks kehidupan dan pergaulan di masyarakat. Jika mereka merasa sebagai komponen masyarakat merasa lebih tinggi kelasnya, maka akan memperlakukan orang lain (sipil) sebagai pihak yang harus mengalah atau dikalahkan," ujar politikus PKB ini.

Baca Juga: 3 Anggota TNI AL Tersangka Penembakan Bos Rental Mobil Dipecat

"Tetapi jika para prajurit itu menempatkan diri sebagai manusia yang setara dengan manusia lainnya, baik di depan hukum atau di depan norma-norma sosial yang berlaku, maka tidak akan muncul sikap mentang-mentang," tambahnya.

Selain itu, katanya, terkait mentalitas juga perlu ditumbuhkan.

"Sungguh ini perlu perhatian serius dari pimpinan TNI. Disamping memperkuat sistem pengawasan juga pembekalan yang terkait mentalitas," katanya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Dave Laksono menilai perlu adanya evaluasi dalam pembinaan prajurit TNI.

"Kita serahkan kasus ini ke POMAD untuk ditindak sesuai prosedur. Namun, kejadian seperti ini sering berulang. Seluruh jajaran TNI perlu meninjau kembali cara membina anggotanya," kata Dave.

Baca Juga: Sebelum Bunuh Diri, Anggota TNI AD di NTT Sempat Curhat Diminta Mahar Rp 250 juta Nikahi Pacarnya

Dave menyesalkan tindakan Prada SA yang bertentangan dengan tugas utama TNI sebagai pelindung bangsa.

"Prajurit TNI disumpah untuk menjaga kedaulatan negara, bukan mengancam warga Indonesia sendiri," tegasnya.

Sebelumnya, Kodam Jaya memastikan kasus ini sedang ditangani serius oleh Denpom Jaya. Penyelidikan mencakup kepemilikan senjata api yang dibawa Prada SA.

"Segala aspek terkait senjata api tersebut akan kami periksa. Komitmen pimpinan jelas, setiap prajurit yang melanggar akan diproses sesuai hukum," ujar Kapendam Jaya, Kolonel Inf Deki R Putra.

Saat ini, Prada SA masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom Jaya untuk mengungkap kronologi dan latar belakang kejadian.

Baca Juga: 2 Warga Ditikam Oknum TNI: Diduga Pelaku dan Korban Kondisi Mabuk

"Kita berikan waktu kepada tim untuk memastikan fakta-fakta secara berurutan," tutupnya.

Sebelumnya, viral di media sosial X, sebuah video yang menayangkan seorang pria yang diketahui anggota TNI mengamuk dan mengacungkan pistol ke arah wanita di Taman , Mampang Prapatan, (Jaksel).

Adapun, pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI. Sehingga dia mengacungkan pistolnya saat keributan berlangsung.

Berdasarkan video beredar, tampak pria tersebut tengah dilerai oleh sejumlah pria lain. Mereka mencoba menahan pria tersebut agar tidak semakin memperkeruh suasana.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru