Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook

Wulansari diduga menjadi korban TPPO setelah mendapat tawaran kerja dari kenalan di Facebook dan berakhir di Madagaskar.

Julianto menunjukkan foto adiknya Wulansari.(foto: istimewa)
Julianto menunjukkan foto adiknya Wulansari.(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Wulansari (27), warga Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermula dari ajakan kenalan di facebook. 

Julianto, kakak Wulansari, mengatakan keluarganya awalnya tidak mengetahui adiknya pergi ke luar negeri. Adiknya tergolong tertutup. Adiknya mengaku posisinya di Madagaskar setelah mengalami masalah.

Menurut Julianto, keberangkatan Wulansari bermula dari perkenalannya dengan seorang laki-laki melalui Facebook. Dari komunikasi itu, Wulansari mendapat tawaran pekerjaan di luar negeri.

Awalnya, pekerjaan yang ditawarkan berada di sebuah pabrik di Malaysia. Dia tertarik kena iming-iming gaji dollar. Namun, rencana tersebut berubah hingga Wulansari justru berangkat ke Madagaskar.

"Keluarga juga tidak tahu [laki-laki kenalan adiknya]. Enggak kenal sama sekali," ujar Julianto, Selasa (29/9/2026).

Dalam komunikasi tersebut, Wulansari meminta bantuan karena mengaku dipaksa bekerja sebagai operator scam dan judi online. Menurut cerita yang diterima Julianto, bukan hanya adiknya yang mengalami kondisi tersebut. Puluhan WNI lainnya juga disebut berada dalam kondisi serupa.

Paspor Wulansari dan para korban lainnya disebut disita setelah mereka tiba di Madagaskar. Kondisi itu membuat para korban kesulitan untuk pergi meninggalkan tempat mereka bekerja.

Julianto juga menyebut para korban ditempatkan di tempat yang tidak layak. Berdasarkan cerita yang diterimanya, para korban mengaku mengalami kekerasan. Korban laki-laki disebut mengalami penyiksaan, sementara korban perempuan mengaku mengalami pelecehan.

Komunikasi Wulansari dengan keluarga juga lancar. Setiap kali berhasil menghubungi keluarga, ia lebih banyak meminta bantuan agar bisa pulang.

"Dua minggu yang lalu telepon minta dikirimi uang, enggak bisa makan," ujarnya.

Dari komunikasi tersebut, keluarga juga mendapat kabar bahwa Wulansari sempat berurusan dengan polisi di Madagaskar. Itu berkaitan karena paspor  Wulansari disita.

Kini, Julianto berharap pemerintah segera turun tangan membantu Wulansari dan puluhan WNI lainnya agar dapat kembali ke Indonesia.

"Harapan saya kepada pemerintah tolong secepatnya bantu. Supaya adik bisa cepat kumpul lagi sama keluarga," tandasnya. 

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru