Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Di Tengah Damai AS-Iran, DPR Perkuat Posisi Tawar Indonesia di Panggung Dunia

Peran strategis DPR RI perkuat posisi tawar Indonesia melalui diplomasi parlemen di tengah perdamaian AS-Iran

Ilustrasi. (Foto: Gemini AI)
Ilustrasi. (Foto: Gemini AI)
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA — Ketika dunia kembali menahan napas menyaksikan dinamika hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sebuah kabar yang membawa harapan muncul dari kawasan Timur Tengah. Setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, kedua negara menunjukkan kesediaan untuk menempuh jalur dialog dan perdamaian. 

Bagi banyak negara, termasuk , momentum tersebut menjadi pengingat bahwa diplomasi tetap menjadi instrumen paling efektif dalam menjaga stabilitas global.

Di tengah situasi internasional yang semakin kompleks mulai dari rivalitas kekuatan besar, konflik kawasan, hingga ancaman krisis ekonomi global, Indonesia menghadapi tantangan untuk mempertahankan kepentingan nasional sekaligus memainkan peran sebagai kekuatan penengah. Dalam konteks itu, peran parlemen melalui diplomasi menjadi semakin penting.

Tak hanya pemerintah, DPR kini menjadi salah satu aktor yang turut membangun posisi tawar Indonesia di dunia internasional melalui jalur .

Ketua , Puan Maharani, menegaskan bahwa harus terus konsisten mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi hubungan antarnegara.

“Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus hadir sebagai negara yang menjembatani perbedaan. menjadi instrumen penting untuk memperkuat suara Indonesia di forum-forum internasional,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Puan, DPR tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga memperluas jejaring diplomasi melalui hubungan antarlembaga parlemen dunia. Jalur ini memungkinkan Indonesia menyampaikan pandangan mengenai perdamaian, keadilan, dan penyelesaian konflik secara langsung kepada berbagai negara.

Momentum mencairnya hubungan AS-Iran menjadi contoh bahwa komunikasi yang berkelanjutan mampu membuka jalan bagi solusi damai. Bagi Indonesia, pengalaman tersebut mempertegas relevansi pendekatan diplomasi yang selama ini dipegang teguh dalam bebas aktif.

Diplomasi Parlemen Sebagai Kekuatan Tambahan

Peran diplomasi parlemen Indonesia banyak dijalankan melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI. Dalam beberapa tahun terakhir, aktif mengangkat berbagai isu global, mulai dari konflik Palestina, perubahan iklim, hingga tata kelola ekonomi dunia.

Ketua DPR RI, Syahrul Aidi Maazat menilai bahwa posisi Indonesia justru semakin strategis ketika dunia menghadapi polarisasi geopolitik.

“Indonesia memiliki modal besar karena tidak berada dalam blok kekuatan mana pun. Posisi ini membuat Indonesia dipercaya untuk menjadi jembatan komunikasi dan membangun dialog antarnegara yang memiliki kepentingan berbeda,” kata Syahrul.

Menurutnya, diplomasi parlemen bekerja melalui pendekatan yang lebih fleksibel dibanding diplomasi formal pemerintah. Pertemuan antarlembaga legislatif sering kali membuka ruang diskusi yang lebih cair sehingga membantu mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan.

BKSAP, lanjut Syahrul, terus membawa pesan bahwa stabilitas global harus dibangun melalui kerja sama dan penghormatan terhadap hukum internasional. Pendekatan tersebut sejalan dengan sikap Indonesia yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi.

“Perdamaian antara negara-negara yang berseteru hanya bisa dicapai jika ada kemauan untuk berbicara. Indonesia terus mendorong semangat itu di berbagai forum internasional,” ujarnya.

DPR Berupaya Menjaga Kepentingan Nasional

Di sisi lain, fungsi diplomasi parlemen juga berkaitan erat dengan penguatan kepentingan nasional Indonesia. Sebagai mitra kerja kementerian yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, DPR memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan luar negeri Indonesia tetap adaptif terhadap perubahan global.

Wakil Ketua DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengatakan bahwa setiap gejolak internasional selalu membawa dampak terhadap Indonesia, baik dari sisi ekonomi, keamanan, maupun hubungan perdagangan.

“Ketegangan geopolitik dapat memengaruhi harga energi, rantai pasok global, hingga investasi. Karena itu Indonesia harus memiliki posisi tawar yang kuat agar kepentingan nasional tetap terlindungi,” katanya.

Menurut Dave, DPR berperan memastikan bahwa Indonesia memiliki kebijakan luar negeri yang konsisten, independen, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi internasional.

Ia menilai mencairnya hubungan AS-Iran berpotensi memberikan dampak positif terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat ketegangan dunia.

“Setiap langkah menuju perdamaian tentu akan berdampak positif bagi stabilitas global. Indonesia berkepentingan terhadap terciptanya situasi internasional yang kondusif karena berpengaruh langsung terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.

Ketika Dunia Membutuhkan Negara Penengah

Pengamat dari Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, melihat bahwa posisi Indonesia saat ini memiliki nilai strategis yang semakin tinggi. Menurutnya, di tengah rivalitas negara-negara besar, dunia membutuhkan aktor yang dapat diterima oleh berbagai pihak.

“Indonesia memiliki reputasi sebagai negara yang tidak konfrontatif dan konsisten mengedepankan diplomasi. Modal ini menjadi aset penting dalam membangun pengaruh di tingkat global,” katanya.

Hikmahanto menjelaskan bahwa keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan posisi tawar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau militer, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan internasional.

Dalam konteks tersebut, diplomasi parlemen menjadi pelengkap yang memperkuat diplomasi pemerintah.

“Ketika DPR aktif berinteraksi dengan parlemen negara lain, Indonesia memiliki lebih banyak saluran komunikasi untuk menyampaikan kepentingannya. Ini meningkatkan daya tawar Indonesia dalam berbagai isu internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan positif dalam hubungan AS-Iran menunjukkan bahwa konflik yang tampak sulit sekalipun tetap dapat diselesaikan melalui dialog yang berkelanjutan.

Menjaga Bebas Aktif

Pandangan senada disampaikan pengamat politik luar negeri Unpad, Teuku Rezasyah. Menurutnya, kekuatan utama Indonesia terletak pada konsistensi menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

“Indonesia tidak berpihak pada salah satu blok kekuatan dunia. Justru dari posisi itulah Indonesia memperoleh ruang gerak yang luas untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Rezasyah menilai DPR memiliki kontribusi besar dalam memperkuat citra Indonesia sebagai negara demokratis yang menjunjung dialog dan kerja sama internasional.

Keaktifan anggota parlemen dalam forum-forum global, menurutnya, membantu memperluas pengaruh Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan negara lain terhadap posisi Indonesia.

“Diplomasi parlemen membuat Indonesia memiliki banyak pintu masuk untuk membangun kerja sama. Ini penting karena tantangan dunia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa momentum perdamaian antara AS dan Iran dapat menjadi pelajaran penting bagi komunitas internasional mengenai pentingnya kesabaran diplomatik dan komunikasi yang berkesinambungan.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru