Nusantaraterkini.co,SUMBAR-Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat masih terus berlangsung di tengah suasana berkabung. Hingga Jumat (28/11/2025), data terbaru mencatat lonjakan jumlah korban jiwa yang ditemukan menjadi 22 orang meninggal dunia.
Proses krusial identifikasi korban oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar telah membuahkan hasil signifikan, di mana 20 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, operasi pencarian masih difokuskan untuk menemukan 10 individu yang dilaporkan hilang.
Baca Juga : Update Korban Banjir dan Longsor Sumut: 43 Orang Meninggal dan 88 Orang Dalam Pencarian
Posko-posko identifikasi korban di sejumlah lokasi meliputi Polresta Padang, RS Bhayangkara Padang, RSUD dr. Rasyidin Padang, serta Polres Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.
Dari total korban yang teridentifikasi, terdapat komposisi 9 perempuan dan 11 laki-laki. Dua jenazah masih menunggu kepastian identitas, yaitu satu perempuan dewasa dan satu anak laki-laki. Selain itu, kondisi medis lima korban yang selamat masih memerlukan perawatan intensif.
Dokter Eka Purnama Sari, selaku Kepala Subdirektorat Dokpol Polda Sumbar, menekankan pentingnya proses identifikasi yang akurat.
Baca Juga : Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Barat: 13 Kabupaten/Kota Terdampak, Kerugian Sementara Capai Rp 5 Miliar
"Dari total 22 korban meninggal dunia, 20 orang telah teridentifikasi, terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki. Saat ini, masih ada 2 jenazah yang belum teridentifikasi (satu perempuan dewasa dan satu anak laki-laki). Selain itu, 5 korban masih dalam perawatan medis. Kami terus berupaya maksimal untuk memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang tengah menanti kabar, baik terkait identitas korban meninggal maupun nasib mereka yang masih hilang," ujarnya.
Proses identifikasi memanfaatkan dua metode utama untuk mempercepat penyerahan jenazah kepada keluarga:
• Identifikasi Primer (Sidik Jari): Enam dari delapan jenazah di Posko DVI RS Bhayangkara Padang berhasil dikenali dengan cepat melalui sidik jari. Korban yang teridentifikasi meliputi Yerna Wilis (57), Selvi Marta Putri (20), Agung Purnomo (35), Reki Saputra (38), Robby Handaryo (41), dan Junimar (52).
• Identifikasi Sekunder (Data Keluarga): Metode ini menjadi kunci di banyak lokasi lain.
• Polresta Padang: Dua korban, Najwa Putri Andira (2,5 bulan) dan Mardalena (65 tahun), telah langsung dijemput keluarga di lokasi kejadian.
• RSUD dr. Rasyidin Padang: Tiga jenazah berhasil diidentifikasi: Roni Syaputra (42), Syamsul Kamaruddin (72), dan Aidil Putra (13).
• Polres Bukittinggi: Seluruh delapan korban tewas dari Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, diidentifikasi melalui data sekunder.
• Pasaman Barat: Satu korban pelajar, Roki Hidayat (13), juga teridentifikasi menggunakan data sekunder.
Eka Purnama Sari menambahkan, fokus pencarian saat ini terpusat pada 10 individu yang belum ditemukan, dengan sembilan di antaranya, termasuk anak-anak, berada di titik terdampak terparah di Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam. Satu korban hilang lainnya, Evi Yulia Susanti (52), tercatat di wilayah Padang Pariaman.
" Tim DVI, Basarnas, dan BPBD berkomitmen penuh untuk menuntaskan seluruh proses," pungkasnya.
(*/Nusantaraterkini.co)
