Nusantaraterkini.co, TAPTENG — Di tengah material sisa banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, tim SAR gabungan menemukan tulang belulang seekor orang utan di aliran Sungai Garoga, Desa Pulo Pakkat. Temuan ini terjadi saat proses penanganan bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Susilo AW, mengungkapkan bahwa informasi awal berasal dari tim SAR di lapangan. Setelah menerima laporan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Centre for Orangutan Protection (COP) untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
“Tulang belulang itu ditemukan pada Kamis, 11 Desember 2025. Setelah mendapat laporan, kami langsung turun ke lokasi bersama tim COP untuk melakukan evakuasi,” kata Susilo saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga : Masinton Pasaribu Irit Bicara saat Ditanya Persentase Penanganan Bencana di Tapteng
Saat ditemukan, kondisi orang utan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Yang tersisa hanyalah tengkorak, tulang belulang, serta sedikit jaringan kulit dan daging.
Setelah dievakuasi, sisa jasad orang utan itu langsung dikuburkan di wilayah Padangsidimpuan pada hari yang sama. Namun demikian, petugas menyisihkan beberapa bagian tulang sebagai sampel untuk kepentingan analisis lebih lanjut.
“Untuk sementara baru satu individu yang terdeteksi. Kami akan terus melakukan patroli pascabencana guna memastikan kondisi satwa liar lainnya tetap aman,” ujar Susilo.
Baca Juga : Tiga Pekan Pascabanjir di Tapteng, Warga Cium Aroma Tak Sedap dari Tumpukan Lumpur
Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah orang utan tersebut menjadi korban banjir atau tertimbun longsor. Pihak berwenang masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan temuan serupa.
(Dra/nusantaraterkini.co)
