Trump Tegaskan Tak Ada Pemilu di Venezuela dalam Waktu Dekat Usai Tangkap Maduro
Donald Trump sebut tak ada pemilu di Venezuela dalam 30 hari ke depan. AS fokus benahi infrastruktur energi
Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (5/1/2026) menyampaikan, Venezuela tidak akan menggelar pemilihan umum (pemilu) dalam 30 hari ke depan.
"Kita harus membenahi negara itu terlebih dahulu. Anda tidak dapat menggelar pemilu. Tidak memungkinkan bagi rakyat untuk bisa memberikan suaranya," ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.
Pernyataan tersebut dilontarkan dua hari setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan dibawa keluar dari Caracas, ibu kota negara itu, oleh pasukan AS.
Trump menunjuk beberapa anggota timnya, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, dan Wakil Presiden AS JD Vance, yang akan membantu mengawasi intervensi AS di Venezuela.
Baca Juga : Maduro Bantah Tuduhan Narkoterorisme di Pengadilan AS, Klaim Diculik dari Venezuela
Trump menambahkan, pemerintahannya kemungkinan akan memberikan subsidi bagi upaya perusahaan-perusahaan minyak AS untuk berinvestasi dan membangun kembali infrastruktur energi Venezuela. Dia juga menyebut proses itu dapat diselesaikan dalam kurang dari 18 bulan.
"Saya rasa kita dapat menyelesaikannya dalam waktu yang lebih singkat, namun akan butuh banyak uang," tutur Trump.
"Jumlah uang yang sangat besar akan harus dikeluarkan, dan perusahaan minyaklah yang akan mengeluarkannya, dan kemudian mereka akan mendapatkan penggantian biaya dari kita atau melalui pendapatan," tambahnya.
Dalam hal ini Trump membantah AS sedang berperang dengan Venezuela.
"Kita sedang berperang dengan orang-orang yang menjual narkotika. Kita sedang berperang dengan orang-orang yang mengosongkan penjara mereka (dan mengirimkan para kriminal) ke negara kita, serta mengirimkan pecandu narkotika dan pasien rumah sakit jiwa mereka ke negara kita," ujar Trump.
Sebelumnya pada Senin, Maduro, yang didakwa di New York atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi terorisme narkotika (narco-terrorism) dan konspirasi untuk mengimpor kokaina, mengaku tidak bersalah.
Dia juga mengatakan dirinya tetap merupakan pemimpin negaranya meski Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah dilantik sebagai pelaksana tugas presiden Venezuela.
Baca Juga : Kemlu Pastikan 37 WNI di Venezuela Selamat, Opsi Rencana Darurat Disiapkan
Trump mengatakan Rodriguez bersikap kooperatif dengan para pejabat AS.
Trump pada Minggu (4/1/2026) malam mengatakan bahwa AS "memegang kendali" atas Venezuela, dan dalam jangka pendek, dia membutuhkan Rodriguez untuk memberikan "akses penuh" kepada AS, terutama akses ke minyak Venezuela.
Sementara itu, Rodriguez menuntut "pembebasan segera" Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional Venezuela yang disiarkan di saluran televisi negara, VTV.
Dia menyebut Maduro sebagai "satu-satunya presiden Venezuela," sembari menggambarkan tindakan AS di negaranya sebagai "serangan brutal."
Komunitas internasional sangat terkejut dengan serangan yang dilakukan pemerintahan Trump terhadap Maduro. Beberapa negara, termasuk China, Rusia, dan Brasil, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan terhadap sebuah negara berdaulat serta tindakan terhadap presiden negara tersebut oleh AS, yang secara luas dianggap melanggar hukum internasional.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·3 menit yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·25 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Hakim Dalami Dugaan Fee 25 Persen
hendra·49 menit yang lalu -
SUMSELHeboh di Medsos, Penampakan Satwa Diduga Beruang Hitam Gegerkan Warga Sungai Rambang Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan