Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Truk Muatan Pasir Terperosok 4 Jam di Jalan Kejaksaan Medan 

Truk bermuatan pasir terperosok akibat aspal amblas di Jalan Kejaksaan Medan. Evakuasi berlangsung empat jam hingga pukul 11.00 WIB.

Truk Colt Diesel bermuatan pasir terperosok di aspal tambalan bekas galian proyek relokasi kabel udara di Jalan Kejaksaan, Medan, Senin (19/10/2026).(ton/nusantaraterkini.co)
Truk Colt Diesel bermuatan pasir terperosok di aspal tambalan bekas galian proyek relokasi kabel udara di Jalan Kejaksaan, Medan, Senin (19/10/2026).(ton/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Aspal tambalan di Jalan Kejaksaan, Kecamatan Petisah Tengah, Medan, amblas saat dilintasi truk Colt Diesel bermuatan pasir, Senin (19/10/2026). Akibatnya, roda belakang truk terperosok hingga kendaraan tak bisa bergerak. Empat jam lamanya truk itu terjebak.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00. Truk bernomor polisi BK 8169 EW yang dikemudikan Razak itu datang dari Jalan S Parman. Muatannya ribuan kilogram pasir yang dibawa dari Binjai.

Sekitar 50 meter sebelum Taman Bunga, tepat di depan Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar Koil Medan, Razak mengambil ancang-ancang untuk menyeberang. Sebab persis seberang kuil tersebut adalah lokasinya mengirim pasir.

Namun, belum sempat sampai tujuan, roda belakang sisi kiri truk justru terperosok ke dalam aspal yang amblas. Badan jalan tak kuat menahan beban kendaraan. Truk pun terjebak. Aktivitas pengiriman pasir terganggu.

Upaya evakuasi baru membuahkan hasil sekitar pukul 11.00 WIB. Razak dibantu teman-temannya mengeluarkan truk secara mandiri. Mereka mendongkrak bagian kendaraan, lalu mengganjal celah di bawahnya menggunakan bongkahan kayu.

Setelah posisi truk rata, temannya mendorong truk dari belakang dengan cara bemper truk beradu dengan bemper truk yang terperosok. 

Banyak warga menyebut, lokasi truk terjebak merupakan bekas galian proyek relokasi kabel udara ke bawah tanah. Penggalian itu merupakan bagian dari program Medan Tanpa Kabel Udara. 

Rahmat, salah seorang warga, mengatakan, cukup banyak tambalan di kawasan tersebut. "Nggak sampai dua meter ada tambalan. Mungkin ya urukan kurang padat, jadi meskipun sudah diaspal, tetap rawan amblas," ungkapnya.

Persoalannya bukan cuma truk yang terjebak. Bekas tambalan itu kini menyisakan jeglongan dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter dan terbentang hampir 50 meter. 

"Kondisi ini tentu membahayakan pengendara yang melintas," pungkasnya.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait