Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Politik dari Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengucapkan selamat atas terpilih kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030 melalui kongres PDIP di Bali.
"Selamat kepada Megawati Soekarnoputri yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2025-2030. Tugas berat Megawati untuk tetap mempertahankan PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu tahun 2029 termasuk bisa memenangkan kadernya sebagai presiden atau wakil presiden," ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Baca Juga : Kongres di Bali, Megawati Terpilih Lagi jadi Ketua Umum PDIP
Karena Megawati sudah terpilih kembali menjadi orang no satu di Partai Berlambang Kepala Banteng Moncong putih. Fernando berharap Presiden ke-5 RI iini dapat tetap mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dan juga ikut menjaga kadernya agar bisa tertib dalam membuat statment apapun yang sewaktu-waktu bisa membuat hubungan antara Pemerintah maupun PDIP bisa renggang seperti yang terjadi belum lama ini.
"Apalagi ada isi yang dilontarkan oleh kader PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning yang mengatakan ada upaya membuat suara partai menjadi hanya 7 persen pada pemilu 2029. Tentu Megawati harus mampu menjaga kader dan pengurus PDI Perjuangan tetap sejalan dan tertib dengan kebijakan partai yang memilih mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sehingga perlu secara hati-hati menyusun pengurus DPP, terutama Sekjen yang akan mendampinginya selama 5 tahun ke depan," tegas Fernando Emas.
Lebih lanjut terkait dukungan PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fernando menilai yakin jika partai pemenang hattrick Pemilu ini akan patuh dan sepenuhnya mendukung pemerintahan saat ini.
Namun demikian, ia tetap berharap dukungan PDI Perjuangan tidak akan menghilangkan sikap kritis dan tetap melakukan kontrol terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran. Sehingga seperti pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan, akan memberikan dampak terhadap peningkatan perolehan suara pada pemilu 2014.
"Demikian juga pada pemilu 2029, diharapkan PDI Perjuangan akan dapat meningkatkan perolehan suaranya walaupun mendukung pemerintahan saat ini walaupun tidak masuk dalam koalisi Kabinet Merah Putih," tandasnya.
No Opposition Tapi Sparring Partner
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah mengatakan PDIP mendukung pemerintahan Prabowo Subianto sebagai sparring partner.
"Secara umum Ibu Ketua Umum yang pertama tentu berterima kasih terhadap kepercayaan daripada utusan-utusan KSB (Kepala, Sekretaris, Bendahara PDIP di tiap daerah). Yang kedua memang Ibu Ketua Umum menyampaikan bahwa tantangan domestik dan global yang kita hadapi semakin berat, penuh ketidakpastian, jalannya pasti terjal," ujar Said.
Said mengatakan PDIP akan mendukung pemerintah sebagai mitra. Ia menyebut PDIP akan menjadi penyeimbang pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Oleh karenanya, kita akan mendukung pemerintah sebagai sparring partner, sebagai penyeimbang, no opposition," ujar Said.
Said menyebut posisi sparring partner di sini yakni mendukung program pemerintah yang benar. PDIP juga akan memberikan alternatif solusi kepada pemerintah apabila hal yang tak benar.
"Sampai saat ini, keputusan Ibu ketua Umum tetap di luar," ungkap Said.
Baca Juga : Respons Jokowi terkait Pengampunan Presiden Prabowo untuk Hasto dan Tom Lembong: Itu Hak Istimewa!
Ia menyebut sikap PDIP akan disampaikan besok pada kongres hari kedua. Ia tak ingin mendahului sikap partai.
"Tidak ada, kan sikap politik partai baru disampaikan besok, kita tunggu bersabar sampai besok. Jangan kemudian proses-proses kongres ini menjadi cacat karena kita tidak taat terhadap AD/ART kita sendiri," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Megawati Soekarnoputri kembali menjabat posisi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk periode 2025-2030.
Megawati terpilih aklamasi dalam Kongres PDIP yang digelar di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali
Ketua Steering Committee Kongres ke-VI, Komarudin Watubun mengatakan, Kongres ke-6 ini bersifat pengukuhan Ketum karena nama Megawati sudah disepakati jauh-jauh hari.
"Karena memang sudah terpilih di Rakernas kemarin, ini dikukuhkan saja," kata Komarudin.
(cw1/nusantaraterkini.co)
