Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tensi Geopolitik Memanas di Selat Hormuz Ancam IHSG dan Rupiah Pekan Depan

Gunawan Benjamin ingatkan potensi pelemahan IHSG dan Rupiah awal pekan akibat tensi geopolitik Selat Hormuz

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,8% di level 6.236,126 pada Sabtu (1/8/2026). (Foto: AI)
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,8% di level 6.236,126 pada Sabtu (1/8/2026). (Foto: AI)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Kinerja tanah air kompak ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan () ditutup menguat 0,8% di level 6.236,126.

Senada, mata uang berhasil menguat di bawah level psikologis 18 ribu per US Dolar, atau tepatnya di level 17.990 di sesi perdagangan sore.

Meskipun pasar domestik hijau, Pengamat Ekonomi memberikan peringatan serius mengenai kondisi geopolitik global yang memburuk.

"Bursa saham di Asia menguat meskipun kinerja sektor manufaktur China justru alami kontraksi. Ditambah dengan kinerja US Dolar yang memang mengalami tekanan sejalan dengan melemahnya kinerja USD Index. Akan tetapi situasinya justru menunjukan hal yang berbeda di sesi perdagangan kedua," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

"Meskipun IHSG dan Rupiah menguat, namun terlihat memanas sejalan dengan sejumlah kabar buruk di ," lanjutnya.

Kekuatiran pelaku pasar mencuat setelah Iran mengancam akan menutup bagi kapal niaga yang mendukung Amerika Serikat (AS).

Seiring dengan itu, Iran juga mengintensifkan serangan terhadap aset-aset AS yang ada di Timur Tengah seperti Kuwait dan Bahrain. Setelah sebelumnya Mesir juga melaporkan adanya serangan terhadap kapal di wilayahnya.

Dari yang memburuk tersebut, harga minyak merespons dengan kenaikan, merangkak naik ke level $87 per barel pada perdagangan sore. Kinerja sektor keuangan di Asia terpantau masih cukup terkendali.

Walau demikian, Gunawan memperingatkan, eskalasi perang bisa saja memburuk saat sesi perdagangan waktu AS. Muara dari tekanan politik kawasan saat ini berpeluang memicu tekanan pada di awal pekan depan.

"Sehingga penguatan dan di akhir pekan berpeluang berbalik arah nantinya. Dan emas sudah merespon lebih dini kekuatiran pasar saat ini," pungkasnya.

(cw3/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait