Teguh Sentosa: Jangan Sampai Informasi Diproduksi Wartawan Kontraprodukrif dan Bahkan Destruktif
BRJF 2025 dengan tuan rumah Asosiasi Wartawan Seluruh Tiongkok atau All China Journalists Association (ACJA) mengambil tema "Mempromosikan Dialog Pera
Nusantaraterkini.co, Gangzhou - Peran wartawan dan jurnalisme berkualitas semakin penting dan dibutuhkan di tengah perubahan dunia yang cepat dan berbagai konflik terbuka yang kompleks saat ini.
BACA JUGA: Perang Iran vs Israel, Teguh Sentosa: Israel Bisa Kehilangan Wajahnya Karena Salah Memilih Lawannya
Bagaimana pun juga, kebenaran adalah salah satu elemen terpenting yang harus diperjuangkan wartawan. Begitu juga informasi yang akurat dan berorientasi pada penghormatan nilai-nilai kemanusiaan.
Jurnalisme berkualitas harus menjadi arus utama di saat platform digital dipenuhi berbagai informasi yang dapat menyesatkan dan memperburuk ketegangan.
BACA JUGA: Teguh Santosa: Insya Allah Hubungan Indonesia-Korea Utara Semakin Baik
Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa yang sedang berada di Ganzhou, Provinsi Jiangxi, Tiongkok, untuk menghadiri Belt and Road Journalists Forum (BRJF) yang diselenggarakan Belt and Road Journalists Network (BRJN) dan International Home of Journalists (IHJ).
"Seperti world wide web (www) yang lebih dahulu kita kenal, Instagram, Facebook, TikTok, Twitter atau X, dan berbagai aplikasi social network services (sns) lainnya adalah platform. Apapun platform yang digunakan wartawan untuk mendiseminasi informasi, prinsip-prinsip emas dan etika jurnalistik harus tetap dijaga dan dipelihara," ujar Teguh dalam keterangan yang dimuat JMSI.id, Rabu, 16 Juli 2025.
Dia menambahkan, teknik membuat reportase menjadi menarik juga penting untuk dipelajari. Tetapi tidak bisa hanya sekadar untuk viral serta menjadi trending topic dan "for your page" (fyp) kaidah jurnalistik diabaikan.
"Di era disrupsi kita mesti memberikan perhatian ekstra pada dampak pemberitaan dan informasi. Jangan sampai informasi yang diproduksi wartawan menjadi kontraprodukrif dan bahkan destruktif," ujar mantan anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini.
BRJF diselenggarakan sejak tahun 2017. Teguh Santosa yang ketika itu adalah Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat merupakan perwakilan Indonesia dalam pertemuan pendirian BRJN di Beijing.
BRJF 2025 dengan tuan rumah Asosiasi Wartawan Seluruh Tiongkok atau All China Journalists Association (ACJA) mengambil tema "Mempromosikan Dialog Peradaban dan Modernisasi Global Melalui Kekuatan Jurnalis" dihadiri wartawan dari 100 negara lebih.
"Tema ini sejalan dengan kekhawatiran melemahnya peran wartawan dan jurnalisme berkualitas di tengah badai disrupsi informasi. Semoga ini memacu kita semua, komunitas wartawan dunia, menghasilkan karya pers yang berorientasi kesejahteraan bersama dan perdamaian dunia," demikian Teguh Santosa.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
SUMSELDPO Spesialis Bongkar Rumah Dibekuk Jatanras Polda Sumsel dalam Operasi Sikat I Musi
hendra·18 menit yang lalu -
POLITIKWali Kota sebut Hasil Raker DPRD Navigator Pembangunan Medan
Herman Saleh Harahap·25 menit yang lalu -
PENDIDIKANBobby Nasution Janjikan Beasiswa Tuntas dan Dukungan Kampus IV untuk UMSU
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Saksi Ungkap Perencanaan hingga Pemberian Rp25 Juta
hendra·49 menit yang lalu -
KOTA MEDANSinergi Pengawasan Diperkuat, Kepatuhan, K3, dan Perlindungan Pekerja Jadi Fokus BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut
57 menit yang lalu -
NEWS VIDEOSidang Dugaan Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Saksi Azril Dicecar Hakim Mengenai Alur Pencairan Dana
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan