Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sumsel Perkuat Upaya Penanggulangan Karhutla dari Tingkat Desa

Pemprov Sumsel memperkuat penanggulangan karhutla dari desa dengan Perdes tata kelola lahan, kanalisasi, sumur bor, embung, dan penindakan pelaku.

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai langsung usai menemui massa demo di kantor Gunernur Sumsel, Senin (5/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai langsung usai menemui massa demo di kantor Gunernur Sumsel, Senin (5/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendorong setiap desa memiliki peraturan desa (Perdes) tentang tata kelola lahan, termasuk penggunaan api.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan jika upaya penanggulangan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak hingga tingkat desa.

"Kemarin saya instruksikan untuk setiap desa punya Perdes, peraturan tentang tata kelola lahan di desa, termasuk masalah api," ujar Deru saat diwawancarai langsung, Senin (5/10/2026).

Deru mengatakan jika aturan di tingkat desa diperlukan agar pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek pencegahan kebakaran.

Selain memperkuat regulasi di tingkat desa, Pemprov Sumsel terus meningkatkan infrastruktur pendukung upaya penanggulangan karhutla. Sejumlah infrastruktur yang dibangun meliputi kanalisasi, sumur bor, dan embung.

Pembangunan infrastruktur tersebut mendapat dukungan pendanaan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah daerah.

"Kanalisasi, sumur bor, embung itu terus kita perbuat, baik dana dari BNPB, dari Pemprov, dari Pemkot, dari Pemkab," tuturnya.

Deru mengatakan upaya penanggulangan karhutla tetap harus diperkuat karena kemunculan titik api tidak dapat diprediksi secara pasti.

Sistem pemantauan hanya dapat mendeteksi titik panas setelah muncul dan teridentifikasi sebagai hotspot. Karena itu, penanganan karhutla dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki, baik melalui pasukan darat maupun udara.

Selain faktor alam, karhutla juga dapat dipengaruhi faktor manusia. Untuk mencegah kejadian serupa, aparat penegak hukum terus melakukan penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.

“Siapa yang bisa menemukan dengan konkret, akurat siapa pelakunya, dari aku Rp10 juta,” ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait