Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Punya Riwayat Asma, Pengemudi Ojol di Palembang Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap Pekat

Pengemudi ojol di Palembang meninggal setelah mengalami sesak napas di tengah kabut asap karhutla. Korban diketahui memiliki riwayat asma.

Istri almarhum, Rika Yunita (39) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (3/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Istri almarhum, Rika Yunita (39) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (3/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co,  - Hardiansyah (41), seorang pengemudi ojek online () warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, meninggal dunia usai mengalami sesak napas yang diduga akibat infeksi saluran pernapasan akut () di tengah pekatnya kabut asap karhutla di Sumatra Selatan, Jumat (2/10/2026).

Pria yang memiliki riwayat asma tersebut kembali mendadak sesak napas berat di tengah memburuknya kualitas udara.

Pihak keluarga yang panik langsung melarikannya ke RSUD BARI pada Sabtu (3/10/2026) pukul 08.00 WIB, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB setelah sempat mendapat tindakan medis darurat.

Istri almarhum, Rika Yunita (39) menjelaskan jika suaminya sempat mengalami keluhan serupa pada, 15 September 2026 lalu.

“Memang Bapak ada riwayat asma. Sempat kambuh parah tanggal 15 September, tapi waktu itu tidak sempat ke dokter karena langsung membaik setelah diberi obat,” ujar Rika di rumah duka, Sabtu (3/10/2026).

Rika menuturkan, kondisi kesehatan suaminya kembali menurun seiring pekatnya kabut asap yang dirasakan hingga ke dalam rumah karena sebagian besar ruangan tidak berplafon.

Meskipun almarhum selalu disiplin mengenakan masker saat bekerja sejak subuh, batuk dan pilek yang dialaminya turut memicu kambuhnya penyakit asma tersebut.

“Biasanya kalau kumat kami nebu. Kemarin sempat pakai nebu juga, tapi saat kondisi terakhir itu sudah panik, jadi langsung dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Setibanya di rumah sakit, tim medis sempat melakukan tindakan EKG, kejut jantung, dan penyuntikan.

“Sampai rumah sakit sudah tidak ada napas lagi. Kalau dari RS cuma mengeluarkan surat keterangan meninggal dunia,” jelas Rika.

Ia menambahkan, pekatnya kabut asap memang sangat terasa terutama pada pagi dan malam hari di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Bapak itu aktivitas dari pagi, dari subuh. Gara-gara asap ini juga memengaruhi aktivitas. Bapak kalau keluar selalu pakai masker karena tahu punya asma,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru