Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, saat putra sulungnya, Dody Reza Alex turun langsung ke liang lahat untuk mengumandangkan azan di tempat pemakaman keluarga, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.
Momen pilu tersebut terjadi sesaat setelah jenazah diletakkan menghadap kiblat. Dimana Dodi yang mengenakan koko putih dan peci hitam, tampak berjuang keras menahan tangis agar tidak jatuh ke jenazah sang ayah.
Baca Juga : Herman Deru: Tongkat Estafet Pembangunan Alex Noerdin tak Akan Berhenti di Sini
Di tengah isak tangis pelayat yang memadati area pemakaman, Dodi berhasil menuntaskan lantunan azan dan iqamah meski suaranya terdengar bergetar hebat karena menahan kesedihan mendalam.
Baca Juga : Sumsel Minta Extra Flight untuk Angkutan Lebaran, Menhub: Segera Kami Rapatkan dengan Maskapai
Usai prosesi pemakaman, Dodi Reza mengungkapkan rasa haru dan syukur melihat ribuan warga yang datang mengantar sang ayah ke peristirahatan terakhir.
Menurutnya, antusiasme pelayat yang luar biasa ini merupakan bukti nyata bahwa dedikasi almarhum selama memimpin Sumatera Selatan meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.
Baca Juga : Besok Pagi, Jenazah Alex Noerdin Diterbangkan ke Palembang dan Dimakamkan di TPU Kebun Bunga
“Kami bersyukur dan merasa haru. Kami tidak menyangka antusiasme pelayat luar biasa seperti ini. Apa yang beliau lakukan selama ini ternyata terlihat hari ini, banyak orang yang mengucapkan simpati dan terima kasih,” ujar Dodi saat diwawancarai di lokasi pemakaman.
Baca Juga : Alex Noerdin Derita Infeksi Empedu, Kuasa Hukum: Penyakitnya Sudah Menyebar
Bagi Dodi, sosok Alex Noerdin bukan sekadar pemimpin daerah, melainkan figur ayah yang sangat baik di mata keluarga maupun orang-orang yang mengenalnya.
“Insya Allah Bapak tenang di sana karena banyak yang mengatakan apa yang dilakukan beliau adalah kebaikan,” tuturnya.
Baca Juga : Ditjen AHU Dalami Polemik Status Kewarganegaraan Anak Penerima LPDP
Ia berharap segala warisan pembangunan dan kebaikan yang ditinggalkan almarhum dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Baca Juga : Dirjen AHU: Kewarganegaraan RI Cerminkan Komitmen dan Kesetiaan pada Bangsa
“Semua momen bersamanya berkesan seumur hidup saya. Bapak orangnya sangat baik, dan alhamdulillah semua orang yang kami temui juga berpendapat sama. Beliau orang baik,” lanjutnya.
Sebelum meninggalkan area pemakaman, Dodi sempat mengungkap wasiat singkat namun mendalam yang ditinggalkan sang ayah sebelum mengembuskan napas terakhir. Pesan tersebut menjadi pegangan utama bagi anak-anaknya dalam menjaga keutuhan keluarga.
“Pesan terakhir Bapak, jaga Mama,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
