Sumsel Minta Extra Flight untuk Angkutan Lebaran, Menhub: Segera Kami Rapatkan dengan Maskapai
Kementerian Perhubungan RI melakukan rapat koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyiapkan strategi angkutan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kementerian Perhubungan RI melakukan rapat koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyiapkan strategi angkutan Lebaran 2026 guna mengantisipasi pergerakan sekitar 3,8 juta pemudik yang diprediksi akan melintasi wilayah tersebut.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru secara khusus meminta penambahan frekuensi penerbangan (extra flight) kepada Kemenhub guna memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat baik yang masuk maupun keluar dari Bumi Sriwijaya selama periode mudik dan balik.
“Saya secara khusus meminta kepada Pak Menteri untuk penambahan flight. Jadi memang bukan hanya menghadapi Lebaran saja, tetapi memang pergerakan pesawat ini juga tinggi, baik yang datang maupun yang keluar dari Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru saat rapat koordinasi di Palembang, Rabu (25/2/2026).
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan jika akan segera menggelar rapat bersama seluruh maskapai penerbangan di Indonesia.
Menhub mengakui adanya tren pertumbuhan permintaan penumpang udara yang signifikan, sehingga diperlukan rumusan terkait penambahan armada di bandara-bandara yang membutuhkan.
Berdasarkan data survei yang dipaparkan Kementerian Perhubungan, pesawat masuk dalam 10 besar moda transportasi pilihan masyarakat selama libur Lebaran 2026.
Secara nasional, jumlah penumpang yang memilih pesawat diperkirakan mencapai 4,98 juta orang.
“Nanti kami akan melakukan rapat dengan seluruh maskapai penerbangan terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran. Kami melihat ada kecenderungan pertumbuhan permintaan, sehingga kami merasa perlu merumuskan tambahan penerbangan,” jelasnya.
Selain sektor udara, Menhub juga memastikan kesiapan jalur darat di Sumsel bebas dari hambatan jalan berlubang serta memberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat sumbu tiga mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran arus lalu lintas nasional yang diperkirakan mencapai 143 juta orang secara nasional.
"Kami mengapresiasi tekad Forkopimda Sumsel untuk menyelenggarakan angkutan Lebaran 2026 dengan baik. Program mudik ini menjadi prioritas nasional karena menyangkut masyarakat dalam jumlah yang sangat besar,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·2 jam yang lalu -
-
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·5 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan