Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sibolga Dihantam Penjarahan Usai Banjir, Polisi Amankan 16 Warga dan Perketat Pengamanan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pusat perbelanjaan di kota Sibolga dijarah warga setelah bencana banjir dan longsor. (Foto: Tangkapan layar)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sejumlah pusat perbelanjaan di kota Sibolga, Sumatera Utara, dijarah oleh warga usai dilanda bencana banjir dan longsor, pada Sabtu (29/11/2025). Sebanyak 16 orang warga, kini diamankan polisi.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Sibolga, Iptu Suyatno, penangkapan dilakukan untuk mencegah situasi keamanan memburuk di tengah pemulihan pascabencana.

"Para pelaku diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga," ucapnya, Senin (1/12/2025).

Baca Juga : Minimarket Dijarah Warga Tapteng Usai Terisolasi Banjir–Longsor, Polisi Turun Tangan

Saat ini, kata Suyatno, petugas gabungan telah memperkuat keamanan. Sementara satuan intelijen kepolisian melakukan pemantauan situasi untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa.

"Aksi penjarahan yang terjadi dilakukan secara sporadis oleh kelompok kecil warga, namun dinilai berpotensi berkembang menjadi penjarahan massal jika tidak segera dikendalikan," ujarnya.

Kejadian ini ditanggapi Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat, karena kondisi bencana yang sangat berat membuat banyak warga bertahan tanpa makanan selama beberapa hari.

"Yang pasti masyarakat kita tahu kondisinya. Sama sama mungkin sudah beberapa hari tidak makan, kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat," ujar Bobby saat meninjau lokasi bencana di Tapteng.

Sebelumnya telah diberitakan, Bobby mengatakan distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) belum berjalan merata akibat sejumlah kecamatan yang masih terisolasi.

Kondisi itu membuat pengiriman logistik terhambat setelah bencana melanda Tapteng, pada Selasa (25/11/2025).

Baca Juga : Banjir Ganggu Operasional Jalur Kereta, KAI Minta Maaf Operasional KA Cut Meutia Aceh Dihentikan Sementara

“Masih banyak kecamatan yang terisolir, baik akses masuk ke Tapteng maupun di dalam Tepteng sendiri seperti di Kecamatan Tukka ataupun Kecamatan Lumut," kata Bobby saat meninjau penanganan bencana di Tapteng, Minggu (30/11/2025).

Bobby menyebut pemerintah menargetkan 10 titik penyaluran bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau kawasan yang sama sekali tak bisa diakses lewat darat. Dua di antaranya berada di daerah Tukka dan Lumut.

“Beberapa titik jaraknya cukup jauh sehingga helikopter harus kembali meninjau ulang lokasi sebelum menjatuhkan bantuan,” ujarnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)