Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seminar Nasional Outlook Perekonomian yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bertujuan menjaga optimisme publik terhadap pencapaian target ekonomi 2023 dan proyeksi di 2024.
Mengusung tema "Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global", seminar nasional tersebut diselenggarakan dengan menghadirkan para pimpinan di kementerian/lembaga, pelaku usaha, dan akademisi untuk mengakomodir isu-isu dan masukan kebijakan dalam rangka memitigasi risiko gejolak ekonomi global.
Bukan hanya itu saja, serta memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Rangkaian acara seminar nasional juga terdiri dari 2 sesi high level panel dengan masing-masing sesi menghadirkan 4 panelis.
Baca Juga : Teguh Santosa Apresiasi Medali Kehormatan Rusia untuk Airlangga Hartarto
Presiden Joko Widodo yang berkesempatan hadir pada Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil dalam menangani dan bangkit dari berbagai krisis.
Indonesia mendapat apresiasi dari dunia dalam upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi, mempercepat transisi dari pandemi ke pasca-pandemi, dan berhasil menjaga pertumbuhan sejak keluar dari pandemi di pertengahan 2022 lalu.
Dia menyebut saat ini dunia kembali dihadapkan pada berbagai tantangan yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global, serta memperlebar divergensi pertumbuhan ekonomi antar negara. Meski demikian Jokowi menilai kinerja baik ekonomi Indonesia saat ini mampu menjadikan tantangan sebagai peluang, untuk terus menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.
Baca Juga : Bansos Bukan Penyebab Harga Beras Naik
Jokowi menerangkan dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong dengan memitigasi adanya transmisi negatif dari kondisi pelemahan dan perlambatan ekonomi global, dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, masuknya investasi, dan stabilitas makroekonomi.
Pertumbuhan ekonomi juga harus inklusif dan berkelanjutan untuk memastikan tercapainya ketahanan ekonomi dalam jangka menengah-panjang, melalui percepatan transisi energi, pembiayaan yang berkelanjutan, inovasi digital, dan penyiapan SDM berbasis ekonomi berkelanjutan.
"Jadi kesimpulan saya, Ekonomi Outlook 2024, Indonesia sangat optimis. Optimis karena melihat kinerja ekonomi kita dan optimis karena situasi politik yang dingin menjelang pemilu 2024. Yang penting, konsisten kerja keras, kerja sinergis antara Pemerintah dan swasta, dan kerja yang berkelanjutan," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12/2023).
Baca Juga : Legislator: Diplomasi Tarif AS Perlu Diiringi Penguatan Ekonomi Nasional
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga. Dalam hal ini, tingkat inflasi relatif terkendali dan rasio utang pemerintah juga berada dalam level yang aman.
Adapun ke depan, sejumlah risiko masih perlu diantisipasi, seperti volatilitas harga komoditas, pengetatan kebijakan moneter negara maju, gangguan rantai pasok global, serta kerentanan ketahanan pangan dan energi akibat perubahan iklim.
"Dalam jangka pendek kami optimis, ekonomi Indonesia di tahun 2023 mampu tumbuh 5,1% dan tahun 2024 tumbuh 5,2% di tengah berbagai downside risks yang dihadapi," ungkap Airlangga.
(sumber: CNBC Indonesia)
