Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Melemah ke Rp17.872 Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Masih Wait and See

Rupiah melemah ke Rp17.872 per dolar AS pada Rabu (12/8/2026). Investor wait and see menanti review MSCI, inflasi AS, dan geopolitik Timur Tengah.

Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, — Nilai tukar kembali berada di zona merah pada awal perdagangan Rabu (12/8/2026). Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu sejumlah sentimen penting, terutama publikasi review dan data inflasi Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data Doo Financial Futures hingga pukul 09.10 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.872 per . Angka tersebut menunjukkan pelemahan 11 poin atau sekitar 0,06% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika sebagian besar juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang yang mengalami penurunan paling dalam, yakni 0,28%.

Setelah won, peso Filipina melemah 0,16%, rupee India turun 0,15%, sedangkan dolar Singapura terkoreksi 0,08%.

Baht Thailand juga melemah 0,05%, disusul yen Jepang sebesar 0,04% dan yuan China yang turun tipis 0,01%.

Di sisi lain, dolar Taiwan justru menjadi salah satu dengan penguatan terbesar terhadap , yakni 0,24%. Ringgit Malaysia turut menguat tipis 0,01%, sementara dolar Hong Kong bergerak relatif stabil.

Diperkirakan Bergerak Konsolidatif

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini cenderung konsolidatif. Investor masih mencermati berbagai perkembangan global yang berpotensi memengaruhi arah pasar valuta asing.

Salah satu perhatian utama datang dari situasi geopolitik di Timur Tengah. Perkembangan terkait proses perdamaian di kawasan tersebut memberikan sinyal positif, tetapi masih dibayangi ketegangan terkait .

Menurut Lukman, laporan dari Pakistan menunjukkan adanya perkembangan menuju kesepakatan damai. Namun, sentimen positif tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan kekhawatiran pasar.

Pasalnya, Iran masih menegaskan bahwa pembukaan akan bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan.

Kondisi tersebut membuat investor cenderung menahan diri sembari menunggu perkembangan lebih lanjut.

Investor Menanti dan Review MSCI

Selain faktor geopolitik, pasar global juga menaruh perhatian pada rilis data inflasi AS. Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS sekaligus memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang.

Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada review yang dijadwalkan diumumkan hari ini.

Kombinasi antara ketidakpastian global dan penantian sejumlah agenda penting tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see.

Doo Financial Futures memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Rabu (12/8/2026).

Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, arah dolar AS, hasil review MSCI, serta respons investor terhadap data terbaru Amerika Serikat.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait