Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Hari Ini Tertekan Tipis ke Rp17.197 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Mendominasi

Rupiah melemah tipis ke Rp17.197 per dolar AS. Tekanan global dan ekspektasi suku bunga tinggi masih membayangi pergerakan nilai tukar.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (13/4/2026). Berdasarkan kurs referensi , tercatat berada di level Rp17.197,56 untuk harga jual dan Rp17.026,44 pada harga beli.

Pelemahan ini terbilang terbatas, namun tetap mencerminkan adanya tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Pergerakan saat ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.

Sejumlah faktor eksternal menjadi pendorong utama, di antaranya ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang cenderung bertahan tinggi, penguatan indeks dolar, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu pergeseran arus modal global.

Dari dalam negeri, stabilitas juga ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Faktor seperti tingkat inflasi, kinerja neraca perdagangan, serta arus masuk investasi asing turut memengaruhi arah pergerakan mata uang Garuda.

menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penguatan bauran kebijakan moneter.

Sejumlah analis menilai pelaku pasar saat ini masih cenderung berhati-hati. Investor memilih menunggu kejelasan arah kebijakan lanjutan, baik dari otoritas moneter global maupun domestik, sebelum mengambil keputusan investasi.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif. Sentimen global diproyeksikan tetap menjadi faktor dominan, sementara respons kebijakan dalam negeri akan menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru