Nusantaraterkini.co,DOHA-Drama besar mengguncang panggung perempat final Piala Arab FIFA 2025 di Doha pada Jumat (12/12/2025) saat Aljazair, sang pemegang gelar juara, secara mengejutkan dipaksa angkat koper. Hari yang penuh ketegangan tersebut menjadi saksi ketangguhan Uni Emirat Arab (UEA) dan efektivitas permainan Yordania dalam menyingkirkan rival-rival regional mereka.
Kemenangan ini tidak hanya sekadar meloloskan kedua tim ke babak empat besar, tetapi juga mengubah peta persaingan turnamen menjadi sulit ditebak.
Kejutan terbesar datang saat UEA mengakhiri napas Aljazair melalui adu penalti yang menguras emosi setelah bermain imbang di waktu normal. Aljazair sebenarnya tampil menekan sejak menit awal, bahkan sempat unggul cepat di awal babak kedua lewat aksi Adil Boulbina yang menyambar bola muntah. Namun, keuletan UEA membuahkan hasil saat Bruno menyamakan kedudukan, memanfaatkan operan akurat Yahya Al-Ghassani.
Baca Juga : Presiden Iran Desak Negara Islam Putus Hubungan dengan Israel
Laga harus ditentukan melalui titik putih, di mana kiper Hamad Almeqbaali tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan pemain lawan sebelum Richard Akonnor mengunci kemenangan. Richard Akonnor dengan tenang mengeksekusi tendangan penalti penentu untuk menjadikan skor 7-6 dan memastikan tempat di semifinal.
Di pertandingan lain, Yordania kembali membuktikan diri sebagai momok bagi Irak dengan kemenangan tipis yang penuh disiplin. Gol tunggal yang menjadi pembeda lahir dari eksekusi dingin Ali Olwan yang kian tajam di turnamen ini. Meski harus kehilangan penyerang andalannya, Yazan Al-Naimat, karena cedera lutut di awal laga, tembok pertahanan Yordania yang digalang kiper Yazeed Abulaila tetap sulit ditembus meski Irak terus menggempur lewat serangan Ali Jasim. Fokus Yordania kini langsung beralih pada tantangan besar melawan Arab Saudi yang sudah menunggu mereka di hari Senin mendatang.
Kesuksesan kedua tim ini menandai babak baru dalam rivalitas sepak bola Arab, di mana nama besar tidak lagi menjamin keselamatan dari eliminasi. Yordania menunjukkan bahwa konsistensi dari titik penalti adalah senjata mematikan, sementara UEA membuktikan bahwa mentalitas baja saat adu penalti mampu meruntuhkan dominasi tim terkuat sekalipun.
Baca Juga : Hijrah ke Liga Arab Saudi, Darwin Nunez Gabung dengan Al Hilal
Ali Olwan memperpanjang rekor luar biasanya mencetak gol dari titik penalti menjadi empat pertandingan berturut-turut, menjadi catatan penting betapa krusialnya ketenangan dalam laga hidup mati di level internasional.
(*/Nusantaraterkini.co)
