Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Presiden Iran Desak Negara Islam Putus Hubungan dengan Israel

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, berpidato di hadapan para hadirin setelah upacara pengambilan sumpah jabatan di parlemen di Teheran, pada 30 Juli 2024. (Foto: AFP)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Para pemimpin dunia Arab dan Islam dijadwalkan berkumpul di Doha, Qatar, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) gabungan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pertemuan ini digelar pasca serangan Israel yang menargetkan pejabat Hamas di Doha beberapa waktu lalu.

Salah satu pemimpin yang dipastikan hadir adalah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Menjelang keberangkatannya, Pezeshkian mendesak negara-negara Islam agar mengambil langkah tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

“Negara-negara Islam seharusnya berani menghentikan segala hubungan dengan rezim ilegal ini, demi menjaga persatuan dan solidaritas umat,” tegasnya, dikutip dari AFP, Senin (15/9/2025).

Baca Juga : Prabowo Usulkan Kampung untuk Orang Indonesia di Arab Saudi

Pezeshkian juga menaruh harapan besar agar KTT di Doha menghasilkan kesepakatan konkret terkait langkah-langkah bersama untuk menekan Israel.

Dalam draf pernyataan akhir yang tengah disiapkan, para pemimpin Arab dan Islam mengingatkan bahwa agresi Israel tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi menggagalkan seluruh upaya normalisasi hubungan yang selama ini dibangun.

“Serangan brutal Israel mengancam semua capaian yang sudah ada, termasuk perjanjian normalisasi yang ditandatangani dan rencana-rencana yang akan datang,” bunyi rancangan pernyataan tersebut.

Baca Juga : Timnas Indonesia Vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Disiarkan di RCTI

Diketahui, Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, tengah berusaha memperluas Abraham Accords—kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko pada 2020. Namun, rangkaian serangan terhadap Palestina, khususnya di Gaza, dinilai meruntuhkan peluang terciptanya perdamaian di kawasan.

“Pembantaian, genosida, dan pembersihan etnis yang dilakukan Israel telah menghancurkan prospek koeksistensi damai,” lanjut isi draf itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, menekankan bahwa saatnya komunitas internasional bersikap tegas.

Baca Juga : Isra Mikraj 2026 Dinilai Relevan Bangun Karakter dan Etika Sosial Umat Islam

“Dunia harus berhenti memakai standar ganda. Israel harus diberi sanksi atas seluruh kejahatan yang mereka lakukan,” ujar Al-Thani saat persiapan KTT akhir pekan lalu.

(Dra/nusantaraterkini.co).