Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Reformasi Penegakan HAM Nasional

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi XIII DPR, Mafirion. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR Mafirion menilai terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk pengakuan dunia sekaligus momentum percepatan reformasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di level nasional.

“Menjadi Presiden Dewan HAM Dunia bukan sekadar prestise internasional, melainkan tanggung jawab besar untuk memimpin dengan keteladanan, dialog, dan prinsip keadilan global,” ujarnya, Rabu (7/1/2025)

Untuk diketahui Indonesia akan resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) di Jenewa, Swiss pada Kamis, (8/1/2025).

Rencana penetapan tersebut disampaikan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto.

Mafirion mengatakan kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia akan memperkuat posisi tawar diplomatik Indonesia dalam berbagai forum internasional.

Menurutnya terdapat sejumlah keuntungan strategis yang dapat diperoleh Indonesia dari jabatan tersebut.

Baca Juga : Ambisi Sumber Daya di Balik Penangkapan Maduro: Pakar PBB Sebut AS Ingin Kuasai Kekayaan Venezuela

“Sebagai representasi Global South, Indonesia akan memiliki ruang lebih luas untuk mengangkat isu-isu HAM dari perspektif negara berkembang, seperti hak atas pembangunan, keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, hingga dampak perubahan iklim terhadap kelompok rentan,” ungkapnya.

Mafirion juga mengatakan, penunjukkan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM berdampak pada peningkatan citra dan kredibilitas internasional Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, perdamaian, dan hak asasi manusia.

Ia juga menilai, ada pengaruh yang lebih besar terhadap arah kebijakan HAM global melalui pendekatan dialog, kerja sama, serta pencegahan politisasi isu HAM yang kerap terjadi di forum internasional.

“Selain itu, kepemimpinan di Dewan HAM PBB juga berpotensi menjadi dorongan kuat bagi percepatan reformasi HAM di dalam negeri. Standar dan perhatian internasional yang meningkat harus dijadikan pemicu untuk memperbaiki sistem perlindungan HAM nasional secara nyata,” tegasnya.

Mafirion menambahkan, peran Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Dunia juga akan memperkuat kepemimpinan Indonesia di kawasan ASEAN, khususnya dalam isu-isu HAM regional dan kemanusiaan.

Baca Juga : Laporan PBB: Lebih dari 1 Juta Warga Gaza Sangat Membutuhkan Bantuan Shelter

Dampak tidak langsungnya, lanjut dia, adalah meningkatnya kepercayaan global terhadap stabilitas hukum dan politik Indonesia, yang pada akhirnya dapat menciptakan iklim investasi dan ekonomi yang lebih kondusif.

 “Posisi tersebut benar-benar harus dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan nilai tawar dalam diplomasi baik di level regional maupun global,” pungkas legislator dapil Riau ini.

(cw1/nusantaraterkini.co)