Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Remaja Pemain Angklung Hilang Terseret Arus Sungai Musi di Empat Lawang

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim SAR gabungan menyusuri aliran sungai guna melakukan pencarian korban. (Foto: Basarnas Palembang)

Nusantaraterkini.co, EMPAT LAWANG – Seorang remaja asal Palembang berinisial RR (15) dilaporkan hilang tenggelam setelah upaya penyelamatan oleh rekan-rekannya gagal akibat kuatnya arus Sungai Musi di Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang pada, Sabtu (24/1/2026). 

Insiden bermula saat korban yang sehari-hari bekerja sebagai pemain angklung keliling hendak mandi bersama tiga rekannya usai mengamen pada pukul 10.15 WIB.

Baca Juga : Sukacita Tahun Baru Berakhir Duka, Mahasiswi Tewas Tenggelam di Danau Toba

Saat masuk ke air, tubuh korban mendadak terseret arus deras. Saksi di lokasi sempat berhasil memegang tangan korban, namun pegangan tersebut terlepas karena besarnya tekanan air hingga korban hilang seketika.

Baca Juga : Kondisi Jembatan Ampera yang Sempat Tersulut Api Saat Ledakan Jukung di Sungai Musi

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin menyampaikan jika tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi kejadian tak lama setelah menerima laporan sore harinya.

"Ya benar, laporan yang kita terima seperti itu dan saat ini Tim Rescue kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian," ujar Raymond dalam keterangan yang diterima, Sabtu (25/1/2026).

Hingga hari ini, pencarian masih berlangsung dengan membagi tim gabungan menjadi dua unit kerja (SRU).

Tim pertama fokus pada penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet hingga radius 10 kilometer ke arah hilir, sementara tim kedua disiagakan untuk tindakan penyelaman.

“Saat ini kita masih melakukan pencarian dibantu unsur SAR dari TNI/Polri, Bpbd, relawan dan masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan jika pihaknya juga melakukan upaya antisipasi dengan meminta bantuan masyarakat di sepanjang tepian sungai untuk memantau keberadaan fisik korban.

"SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai, sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan penyelaman serta menyebarkan informasi kepada masyarakat di pesisir aliran sungai," pungkasnya.

(Tia/nusantaraterkini.co)