Nusantaraterkini.co, Jakarta - Wakil Ketua MPR Muhammad Hidayat Nur Wahid mengatakan secara prinsip umat Islam di Indonesia mempunyai tradisi yang unik yakni bukber.
Tradisi ini menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu merupakan suatu hal yang sangat bagus karena bukber tidak hanya diselenggarakan di masjid tetapi juga di rumah.
Baca Juga : Rina Saadah Sentil Pemerintah: Stok Aman tapi Rakyat Tetap Tercekik Harga Jelang Ramadan
“Bahkan bukber dilakukan secara berpindah-pindah dari rumah ke rumah, dari kantor ke kantor”, ujarnya, Jumat (29/3/2024).
Baca Juga : Demi Kenyamanan Ibadah Ramadan, Bobby Nasution Deadline Kepala Daerah Selesaikan Data Korban Bencana
Bukber yang digelar menurut Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor itu tidak hanya di rumah para pejabat namun juga di rumah-rumah warga. “Ini merupakan tradisi yang menjadikan Islam dipahani oleh bangsa Indonesia sebagai agama yang menggembirakan, bisa menjadikan hidup rukun, dan mengokohkan silaturahim”, ungkapnya.
Tradisi seperti itu menurut alumni Universitas Madinah, Arab Saudi, itu suatu hal yang diperlukan apalagi bangsa ini selepas menggelar pemilu yang menegangkan serta di tengah sidang gugatan pilpres di MK yang menghangat. ”Dengan adanya bukber, kita bisa saling berbagi dan menguatkan dan cooling down juga”tuturnya.
Baca Juga : Putra-Putri Parekraf dan Pendidikan Sumut Berbagi Takjil di Jalan Balai Kota
Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu bersyukur tahun ini MUI, bekerjasama dengan Baznas mengundang 11 Ulama dari Palestina untuk menjadi imam di Indonesia. Mengundang 11 Ulama dari Palestina selain mengokohkan silaturahim, ukhuwah islamiyah, juga untuk saling mendekatkan hubungan Indonesia – Palestina. “Dari sini kedua negara bisa meningkatkan kerja sama dan saling dukung mendukung dengan cara yang terbaik”, tuturnya.
Baca Juga : Keutamaan dan Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan
Terkait rencana bukber MPR, MUI, Baznas, dan 11 Ulama Palestina, HNW bercerita Ketua MUI Bidang Luar Negeri Prof. Soedarnoto Abdul Hakim menghubungi dirinya untuk menawarkan bagaimana kalau dalam penutupan kegiatan 11 Ulama dari Palestina di Indonesia diselenggarakan bukber di MPR. “Saya menyambut baik dan mengkomunikasikan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo”, ungkapnya. “Beliau ternyata sangat mendukung kegiatan ini”, tambahnya.
Bukber MPR, MUI, Baznas dan 11 Ulama Palestina menurut HNW satu kesempatan di mana kita akan membuktikan bahwa silaturahim dengan bukber bisa dilakukan oleh seluruh pihak bahkan bisa dilakukan di MPR. “Akan kita undang Pimpinan MPR, DPR, Badan2 dan alat kelemgkapan Majlis, pimpinan Ormas2 Islam dan Menteri Luar Negeri”, ucapnya. Dirinya bergembira Ramadhan tahun ini kita bisa mendekatkan hubungan Indonesia –Palestina.
Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata
HNW berharap bukber di MPR bisa menegaskan kembali bahwa agama Islam itu membawa rahmat, bukber membawah keberhakan yang sangat banyak. Di antara keberkahan itu semain mengokohkan ukhuwah, kerja sama, saling memahami dan menguatkan semuanya. “Itu satu hal yang dipentingkan di mana saat ini umat islam di Palestina dan Rohingnya tengah mengalami penderitaan”, paparnya.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana
“Kita berharap dengan bukber kita bisa sekaligus meng-cooling down kan suasana politik di tanah air untuk kemudian bisa mengokohkan silaturahim dan menguatkan kepedulian terhadap sesama Umat Islam yang kesusahan seperti di Palestina/Gaza dan Rohingya”, pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
