Raja dan Sultan se-Kalimantan Desak Pemerintah Bergerak Cepat Atasi Karhutla, Soroti Ketimpangan Pembangunan
Kerapatan Borneo mendesak pemerintah mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan sekaligus menyoroti ketimpangan infrastruktur dan pembangunan.
Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ Para raja dan sultan se-Kalimantan yang tergabung dalam Kerapatan Borneo menyerukan langkah konkret untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.ย
Mereka meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi serta mempercepat upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.
Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan khusus Kerapatan Borneo yang digelar di Jakarta.
Ketua Kerapatan Borneo yang juga anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus Sultan Banjar, Pangeran Khairul Saleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak karhutla yang mengancam kesehatan masyarakat, perekonomian, dan lingkungan hidup di Kalimantan.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, pelaku usaha, hingga masyarakat.
"Bumi Kalimantan adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga bersama. Saat bumi menangis ditimpa asap dan api, tidak ada pilihan selain kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi untuk saling menopang," ujar Khairul Saleh kepada Nusantaraterkini.co, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi di lapangan dengan mengedepankan langkah pemadaman dan mitigasi secara menyeluruh.
"Jangan sampai terjadi seperti kiasan gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah. Jangan sampai keterlambatan penanganan atau ego sektoral membuat rakyat kecil yang menanggung perihnya asap dan hilangnya mata pencaharian," tegasnya.
Kerapatan Borneo juga mengapresiasi kerja keras petugas gabungan dalam menangani kebakaran. Organisasi tersebut menyatakan kesiapan untuk mengerahkan jejaring adat dan para pemangku wilayah kesultanan guna menyosialisasikan pencegahan kebakaran hutan hingga ke tingkat masyarakat.
Pangeran Ratu Kamboja Soroti Ketimpangan Pembangunan
Dalam pertemuan tersebut, Raja Matan Tanjungpura, Pangeran Ratu Kamboja, yang membuka rapat, turut menyoroti berbagai persoalan mendasar di Kalimantan. Selain karhutla, ia menyinggung kerusakan infrastruktur jalan, ketimpangan pembagian dana bagi hasil (DBH) yang dinilai belum sebanding dengan kontribusi sumber daya alam, serta perizinan yang semakin tersentralisasi di pemerintah pusat.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa. Menurutnya, Kalimantan juga membutuhkan pemerataan pembangunan yang nyata, termasuk konektivitas transportasi antardaerah.
"Pemerintah jangan hanya memfokuskan pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa. Kalimantan juga harus mendapatkan pemerataan pembangunan, termasuk melalui pembangunan jaringan kereta api yang menghubungkan seluruh wilayah Kalimantan," tegas Pangeran Ratu Kamboja.
Ia menilai keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pembangunannya dimulai pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak cukup hanya menjadi simbol pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga harus diikuti pemerataan infrastruktur, peningkatan konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan.
"Kalimantan sudah memiliki IKN yang dibangun pada masa Presiden Joko Widodo. Ini menjadi simbol bahwa Kalimantan juga harus maju dan sejahtera. Karena itu, pemerataan pembangunan dalam segala bidang harus benar-benar diwujudkan," ujarnya.
Pertemuan Kerapatan Borneo tersebut dihadiri perwakilan sejumlah kesultanan dan kerajaan di Kalimantan, di antaranya Sultan Sintang, Sultan Simpang, Raja Tayan, Sambaliung, Sultan Paser, Raja Cantung, Raja Matan Tanjungpura, Gunung Tabur, Sultan Sambas, Sultan Pontianak, Raja Sanggau, Raja Sekadau, Landak, serta Sultan Banjar.
Para raja dan sultan yang hadir menegaskan komitmen untuk turut mendukung pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menanggulangi karhutla.
Kerapatan Borneo berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, baik dalam penanganan kebakaran maupun pembenahan persoalan pembangunan di Kalimantan. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terus menjadi korban bencana tahunan sekaligus memperoleh hak atas pembangunan yang adil dan merata.ย
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALPemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Tetap Terjaga, Tersedia 16-20 Hari
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANMahasiswa USU Desak Transparansi Tender LPJU Dishub Medan, Soroti 3 Paket Pengadaan Bernilai Rp12,31 Miliar
3 jam yang lalu -
PERISTIWASatu Unit Mobil Diduga Bawa Minyak Solar Terbakar di Padangsidimpuan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMICapaian Investasi Januari-September 2026 Sentuh Rp1.539,2 Triliun, Rosan: Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIOJK Pacu Reformasi Pasar Modal: Transparansi Diperkuat, Pelanggaran Ditindak Tegas
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
PERISTIWAGayo Lues Digoyang Gempa Tektonik M4.3, Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatra
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
KRIMINALDisorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Pelaku Disebut Pekerja EPSON dan TP2D Kabupaten Bekasi
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NEWS VIDEOBuntut Wartawan Dikeroyok, Kompolnas Minta Polda Sumsel tak Tebang Pilih
Fadli Tara·6 jam yang lalu -
SUMUTKapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolresta Deliserdang
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolresta Deliserdang Gerebek Rantau Panjang, Enam Orang Diamankan
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan