62.400 Bayi dan Anak di Kalimantan Terserang ISPA akibat Asap Karhutla, Komisi IX DPR Minta Penanganan Diperkuat
Karhutla di Kalimantan memicu 62.400 kasus ISPA pada bayi dan anak usia 0–5 tahun. Irma Suryani mendesak penguatan layanan kesehatan bagi warga.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan sekitar 62.400 bayi dan anak-anak di Kalimantan terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap.
Irma mengatakan, Komisi IX DPR RI telah mengunjungi Provinsi Kalimantan Selatan pada 12 Oktober bersama Direktur Jenderal PSP, Maria Endang, untuk melihat penanganan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Irma, Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim pendamping kesehatan guna membantu masyarakat yang terdampak ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat asap karhutla.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada Kementerian Kesehatan agar mengirimkan obat-obatan, seperti obat batuk, obat mata, multivitamin, dan masker untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Irma kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (15/10/2026).
Selain meminta dukungan logistik kesehatan, Irma juga mendorong dinas kesehatan setempat agar turun langsung ke desa-desa terdampak. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Politikus NasDem ini mengakui penanganan dampak kesehatan akibat karhutla masih belum maksimal. Namun, setelah kunjungan Komisi IX DPR RI, pemerintah daerah segera membentuk tim bersama Kementerian Kesehatan untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan.
"Kami berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penyaluran bantuan kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla," tegas legislator dapiil Sumsel II ini.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 277. 075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan (karhutla) per 12 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut 62.400 kasus atau 22,5 persen dialami anak usia 0-5 tahun. Asap karhutla yang mengandung partikel halus PM 2,5 dapat memicu gangguan pernapasan mulai dari batuk dan ISPA hingga sesak napas.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSatresnarkoba Polresta Deliserdang Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu di Lubuk Pakam
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
SUMUTKabut Asap Karhutla Selimuti Sumut, Kapolda Imbau Warga Pakai Masker
Rozie Winata·22 menit yang lalu -
NEWS VIDEOIni Daftar 16 Perusahaan Penyebab Karhutla di Sumsel, Direktur PT RAS Resmi jadi Tersangka
Fadli Tara·34 menit yang lalu -
SEPAKBOLAKylian Mbappe Masuk 5 Besar Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NASIONALUsai Dilantik, Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi Prioritaskan Kolaborasi Penanganan Cepat Bencana
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALDelapan Negara Bagian AS Gugat OpenAI Terkait Risiko Keamanan ChatGPT dan Dampak pada Anak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Naik ke Penyidikan, Keluarga Jhonatan Siregar Fokus Kawal Janji Transparansi Kapolres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
SUMUTKualitas Udara Memburuk, Pemprov Sumut Keluarkan Edaran Waspada Polusi dan Penyakit
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan