PW Al-Washliyah Sumut Minta Kapolda Atensi Kasus Kriminalisasi Korban Penganiayaan Jadi Tersangka di Polres Binjai
PW Al-Jamiatul Washliyah Sumatera Utara (Sumut) meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatensi perkara pengeroyokan di Kota Binj
nusantaraterkini.co, MEDAN - PW Al-Jamiatul Washliyah Sumatera Utara (Sumut) meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatensi perkara pengeroyokan di Kota Binjai. Dimana korban pengeroyokan Muhammad Yafid ditetapkan penyidik jadi tersangka.
"Saya minta agar pak Kapolda evaluasi Kapolres Binjai dan jajaran. Itu ada kasus viral, korban penganiayaan ditetapkan tersangka oleh penyidik. Video CCTV beredar di media," kata Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara.
Ia menegaskan penting bagi Polri khususnya Polda Sumut untuk menjaga kepercayaan publik, ditengah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Dedi Iskandar yang juga anggota DPD RI mengatakan, kalau memang Yafid terfaktakan secara hukum merupakan korban penganiayaan, maka penyidik harus membatalkan penetapan tersangka tersebut.
"Kan ada ruangnya seperti gelar perkara khusus, kalau perlu perkaranya ditarik ke Polda Sumut biar lebih terang benderang. Biar masyarakat aman dan tidak terjadi ke kisruhan," pintanya, Senin, (4/8/2025).
"Kalau perlu dievaluasi kerjaan penyidiknya, Kasat hingga Kapolres Binjai," sambung Dedi Iskandar Batubara.
Dedi mengingatkan Kapolda Sumut dan jajaran agar hukum tidak digunakan hanya untuk rakyat kecil. Dan Polri jangan merusak citra dirinya dengan sikap yang tidak profesional.
"Polri harus menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Jangan jadikan hukum sebagai alat yang tidak baik," ungkapnya.
Seperti diketahui, Muhammad Yafid Ham berdasarkan rekaman cctv menjadi korban penganiayaan, namun bukannya mendapatkan keadilan, Yafid ditetapkan sebagai tersangka atas Laporan Polisi Nomor : LP/B/274/V/2025/SPKT/ Polres Binjai/ Polda Sumatera Utara, tanggal 25 Mei 2025, pelapor Nathan Al Ghenov Shinoda. Yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Tak terima, Yafid kemudian membuat Laporan di Polres Binjai, namun ditolak, dan akhirnya ia meminta pendampingan hukum dari Paguyupan Bilal Mayit Penggali Kubur LBH Sinergi Cita Indonesia.
Kemudian dari pendampingan, dilakukan pelaporan ke Polda Sumut dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/1021/VII/2025/SPKT/Polda Sumut, tanggal 1 Juli 2025, pelapor Muhammad Yafid HAM.
Tim Kuasa Hukum Batara Abdullah Nasution SH MH mengatakan kliennya Muhammad Yafid merupakan korban penganiayaan oleh terduga berinisial NA saat bermain bilyar bersama teman-temannya. Yafid kini ditahan di Polres Binjai.
"Kita sudah meminta perlindungan hukum ke Polda Sumut, agar perkaranya ditarik ke Polda dan status tersangka Yafid dibatalkan," katanya.
Batara menceritakan, Yafid merupakan anak seorang bilal mayit, yang menjadi salah satu tulang punggung keluarga. Yafid dianiaya tanpa alasan yang jelas oleh pelaku.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·4 menit yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·28 menit yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·49 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan